PERPAMSI Harus Jadi Pressure Group yang Diperhitungkan

Setelah Rakernas PERPAMSI di Kota Bogor pada 15 November 2025, dinamika organisasi memasuki fase penting. Arief Wisnu Cahyono, Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya sekaligus Ketua Umum PERPAMSI, resmi memasuki masa purna tugas pada 18 November 2025. Mengacu pada AD/ART organisasi, berakhirnya jabatan di perusahaan daerah secara otomatis mengakhiri pula mandatnya sebagai Ketua Umum PERPAMSI.

 

Situasi tersebut direspons cepat oleh jajaran Pengurus Pusat, Dewan Pengawas, dan Sekretariat yang menggelar rapat koordinasi pada Selasa malam (18/11). Rakor berlangsung secara hibrida, dengan Arief Wisnu hadir menyampaikan penjelasan sekaligus berpamitan dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

 

Atas nama Pengurus Pusat, Sekretaris Umum PERPAMSI Rino Indira Gusniawan menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Arief Wisnu. “Kontribusi dan pengabdian beliau telah memberi warna kuat bagi perjalanan organisasi,” ungkapnya.

 

Arief Wisnu Cahyono

 

Dalam pesan terakhirnya sebagai Ketua Umum, Arief Wisnu menekankan arah besar PERPAMSI ke depan. Ia mengingatkan bahwa PERPAMSI tidak boleh berhenti menjadi organisasi paguyuban, melainkan harus bertransformasi menjadi kekuatan penekan yang strategis dan berpengaruh.

 

“PERPAMSI harus menjadi pressure group yang real, bukan sekadar organisasi kumpul-kumpul. Potensi besar yang tersebar di seluruh Indonesia tidak boleh terbelah oleh perbedaan pilihan atau dinamika internal.”

 

Ia juga menggarisbawahi bahwa kepemimpinan di PERPAMSI bersifat ex officio dan tidak boleh dilihat sebagai ruang prestise personal. “Siapa pun yang memimpin nanti, satu kaki berpijak pada amanah KPM, tapi kaki lainnya harus punya helicopter view terhadap sektor air minum. Bukan merasa besar, tapi ikut membesarkan yang kecil,” katanya.

 

Arief menegaskan bahwa capaian layanan air minum di tingkat nasional masih sangat rendah, sehingga upaya kolaboratif harus menjadi fokus utama. “Kita tidak bisa berjalan sektoral. Jangan sendiri-sendiri. Fokus kita adalah meningkatkan akses air minum secara nasional.”

 

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan permohonan maaf dan harapan persatuan:

“Terima kasih atas semangatnya. Terus solid, apa pun dinamika dan perbedaan yang ada.” AZ