PERPAMSI - Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia - Graha PERPAMSI, Jl. Dewi Sartika 287, Cawang, Jakarta Timur, Telp. (021) 809 3777, (021) 808 81876

PT VEGA Instruments Indonesia

Berkontribusi Melalui Sensor Level Air

Sebagai Anggota Luar Biasa(ALB) PERPAMSI, PT VEGA Instruments Indonesia, yang memiliki spesialisasi di bidang sensor alat ukur Level dan Pressure di dunia industri, berkomitmen untuk berkontibusi dalam pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Tanah Air.

Dukungan teknologi dalam pengembangan SPAM, saat ini dan ke depan, dinilai sangat vital. Untuk itu, PT VEGA Instruments Indonesia mengaku siap memberikan dukungan pada pengembangan SPAM di Indonesia. Dukungan itu dilakukan melalui penyediaan sensor pengukuran level dengan teknologi waktu perambatan sinyal sangat singkat yang didapatkan dengan sinyal frekuensi tinggi.

Menurut Rio Kusumahadi, Managing Director PT VEGA Instruments Indonesia, sensor level air milik Vega dapat mengukur level air tanpa pengaruh suhu dan tekanan atau vakum. Sensor perusahaan tersebut juga tidak terpengaruh oleh kotoran dan kontaminasi, serta dapat mengukur dengan presisi milimeter hingga menyentuh antena sensor.

“Artinya, tidak ada area zona mati yang tak terukur. Sensor level dari Vega aman dan dapat diandalkan, akan tetap bekerja dalam jangka waktu yang lama, bahkan jika banjir sekalipun. Vega juga menyediakan alat dan sistem untuk memonitoring hasil pengukuran dari remote area. Sehingga, proses pengawasan dan antisipasi bisa dilakukan lewat internet,” ungkap Rio.


Karyawan VEGA Indonesia bersama Product Manager – Juan Garcia – November 201.

Hanya, ketika bicara mengenai sensor, Rio mengaku acap kali terdapat salah pengertian dalam berkomunikasi dengan para pelaku industri di sektor air bersih di Indonesia. Sensor atau alat ukur level air yang ada dalam persepsi pelaku industri di Indonesia, menurutnya, sering dikaitkan dengan radar yang berteknologi gelombang suara (frekuensi rendah) atau alat ukur ultrasonik. Sementara, sensor yang dimaksud perusahaan ini adalah alat ukur level yang tidak bersentuhan dengan media (non-contact), yakni radar dengan teknologi gelombang mikro berfrekuensi tinggi.

Nyatanya, perspektif berbeda tersebut juga terjadi di sejumlah negara lain. Itu sebabnya, Rio mengaku, saat ini pihaknya meluncurkan slogan terbaru sebagai respons dari pasar, yaitu “Radar is the better Ultrasonic”.

 

Tantangan

Rio mengatakan, ada sejumlah tantangan saat akan melakukan penetrasi ke sektor air bersih di Indonesia. Contohnya adalah soal kesenjangan pengetahuan pengguna mengenai teknologi yang diaplikasikan di fasilitas pengolahan air.

“Karena itu, dengan ikut sebagai Anggota Luar Biasa PERPAMSI, diharapkan aktivitas yang dilaksanakan dan materi promosi yang ada bisa digunakan sebagai sarana edukasi serta menyamakan pengetahuan di semua daerah,” harap Rio.

Sementara, pada daerah yang pengelolaan air minumnya sudah mengaplikasikan teknologi terkini, tantangan yang dihadapi juga berbeda. Menurutnya, di sana, pengelola air minum sangat menyadari bahwa air bersih adalah aset yang harus dijaga kelangsungannya. Dengan demikian, aset tersebut harus dikelola sebaik mungkin termasuk bagaimana penggunaannya di tingkat pelanggan air minum. Jadi, suatu sensor alat ukur yang dibutuhkan pada pengelola air minum seperti ini harus mempunyai akurasi yang baik, respons pengukuran cepat, dan andal digunakan pada lingkungan yang tidak bersahabat.

“Umur pakai lama, namun juga tidak melupakan harga yang kompetitif. Karena itu, untuk merespons hal-hal tersebut, VEGA telah merancang dan meluncurkan produk sensor level yang sesuai di dunia air/pengolahan air,” tegas Rio.


Kantor Pusat VEGA di kota Schiltach, provinsi Baden-Wuerttemberg, Jerman.

Selain itu, saat ini VEGA telah mengembangkan rangkaian produk yang tepat untuk memenuhi berbagai macam persyaratan dari industri. Hal tersebut mencakup elektronik cerdas dan desain sensor. Itu adalah hasil penelitian dan pengalaman dari puluhan tahun. Dari pengalaman tersebut, Vega kemudian menciptakan sensor yang reliable dan berteknologi tinggi. Tetapi, sensor tersebut bisa diaplikasikan ke target industri dengan aplikasi spesifik dan kultur kompetisi yang tinggi.

Rio berpandangan, perkembangan sektor air minum dan air limbah di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih baik lagi. Hal tersebut tentunya harus diiringi dengan kesadaran bahwa air adalah investasi masa depan. Tetapi, dia menyadari, tantangan yang dihadapi untuk pengembangan sektor air minum ke depan juga sangat besar. Contohnya, bagaimana melakukan monitoring sumber air dan jalur distribusi untuk memastikan air minum tersebut sampai ke pelanggan sesuai peruntukannya. Menurutnya, tantangan distribusi ini jauh lebih berat di kota besar. Sebab, lahannya sudah dipenuhi permukiman dan perkantoran, sementara jalur bawah tanah belum tersedia.

PT VEGA Instruments Indonesia
De Ploeit Centrale Building Lt. 8, Floor Suite 8.1, Jl. Pluit Selatan Raya Blok Q, Penjaringan, Jakarta Utara. Telp. 021-29076569/26080104, Email: sales.id@vega.com, Website: www.vega.com

Masuk industri Air Minum

Momentum VEGA dalam industri air minum di Indonesia, menurut Rio, berawal dari keikutsertaan perusahaan tersebut dalam pameran Indo Water serta IWWEF tahun 2019. Setelahnya, mereka mulai banyak berkomunikasi dengan pihak yang berkecimpung di dunia air minum, baik swasta maupun pemerintahan. Kemudian berlanjut dengan penggunaan produk, dimulai dari uji coba, hingga pergantian instrumentasi yang terpasang di tangki penampungan air bersih dan tangki distribusi.

Saat ini, menurut Rio, produk VEGA sudah diaplikasikan ke berbagai macam industri, antara lain pengolahan air (minum dan limbah), makanan dan minuman, obat-obatan, kimia, minyak dan gas, kertas, pembangkit energi, pertambangan, semen, logam cair, dan daur ulang. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan tersebut membidik target pasar di industri pengolahan air, makanan dan minuman, serta obat-obatan. Rio juga menjelaskan, VEGA memiliki perwakilan di 80 negara, dengan 21 negara di antaranya, termasuk Indonesia, adalah kantor perwakilan langsung, serta mempunyai pusat produksi di dua negara, yakni Jerman dan Amerika Serikat. Total karyawan di seluruh dunia pada tahun 2019 mencapai 1.500 orang. Sebanyak 750 orang di antaranya bekerja di Vega Grieshaber KG dan 11 orang di antaranya adalah karyawan PT VEGA Instruments Indonesia.
     
Pengecekan kualitas pada proses produksi di Jerman.
 
Produk Radar VEGAPULS dan kontroler khusus di industri/pengolahan air bersih.

Kapasitas produksi sensor Vega dari dua pusat produksi di Jerman dan Amerika Serikat saat ini mencapai 780 ribu instrumen per tahunnya. Jumlah ini meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya. Tahun depan, seiring perluasan pabrik di Jerman dan sejalan dengan permintaan pasar, Vega berencana mencapai kapasitas satu juta sensor per tahun.

Dari sisi kinerja keuangan, Rio mengatakan, perusahaan tersebut secara grup sangat sehat. Pertumbuhan tahunan rata-rata 10 persen dari 2016, dengan total revenue pada 2020 di kisaran EUR 500 juta.  Deni Arisandy