Penyelenggara SPAM Bergerak Melawan Covid-19

Penyelenggara SPAM Bergerak Melawan Covid-19

Pandemik global Covid-19 dalam seketika mengganggu kehidupan umat manusia di seluruh dunia. Wabah ini bukan hanya berdampak pada kesehatan manusia hingga jatuhnya korban jiwa, namun juga pada sosial ekonomi secara luas. Pemerintah di seluruh dunia dan semua elemen masyarakat perlu bahu-membahu mengatasi wabah ini dan berkontribusi sesuai peran masing-masing.

Komunitas kita, penyelenggara sistem penyediaan air minum (SPAM), memainkan peran yang sangat penting dalam melawan wabah ini. Pengurus Pusat PERPAMSI telah mengirim maklumat imbauan kepada semua anggota penyelenggara SPAM untuk mengambil langkah-langkah normatif sebagai berikut:

  • Memastikan dosis disinfektan yang ditambahkan ke dalam air yang didistribusikan cukup dan benar sampai di pelanggan.
  • Ikut serta dalam penyediaan sarana dan mendukung kegiatan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.
  • Ikut menyediakan sarana promosi dan petunjuk untuk masyarakat melakukan jaga jarak minimal 1,5 meter, di dalam maupun di luar lingkungan kerja.
  • Ikut mendukung dan memfasilitasi upaya menjaga kebersihan dan sterilisasi (disinfeksi) area publik oleh  pemerintah daerah dan masyarakat.
  • Memperhatikan dan menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan penyelenggara SPAM.

Sementara itu, atas kesadaran mandiri dan mengikuti imbauan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sekretariat PERPAMSI telah memini­malkan kehadiran di kantor sejak 17 Maret 2020, untuk selanjutnya mengoptimalkan kerja di rumah (working from home), sepanjang memungkinkan. Koordinasi kerja terus berjalan dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.

Majalah Air Minum memonitor kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh penyelenggara SPAM yang diposting di media sosial. Kami mencatat aksi para tukang ledeng dan merangkum dalam daftar kegiatan tanggap Covid-19 sebagai berikut:

  • Penyemprotan disinfektan di lingkungan kerja penyelenggara SPAM.
  • Menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir, sabun, hand sanitizer, bagi karyawan dan tamu, termasuk di loket-loket pembayaran rekening.
  • Mendukung pemerintah daerah melakukan penyemprotan disinfektan di area publik dan penyediaan sarana cuci tangan komunal.
  • Pemeriksaan suhu tubuh karyawan dan tamu yang memasuki lingkungan kerja.
  • Penerapan physical distancing (jaga jarak) di tempat kerja, split working, pengurangan jam kerja, hingga working from home.
  • Kampanye kepada masyarakat untuk tinggal di rumah, perilaku higienis, dan physical distancing.
  • Mengoptimalkan pembayaran rekening secara online dan pengaduan melalui media sosial untuk mengurangi pertemuan fisik.
  • Kreasi membangun bilik sterilisasi/disinfeksi.
  • Kegiatan berjemur di bawah sinar matahari pada jam 10 pagi.
  • Menyumbang alat pengaman diri (APD) untuk tenaga medis di Rumah Sakit.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada informasi tentang karyawan penyelenggara SPAM yang terinfeksi Covid-19. Semoga wabah ini segera berakhir, para tukang ledeng dan keluarganya senantiasa menjaga diri, tetap sehat dan selamat dalam menjalankan tugas pengabdiannya.

Comments

Berita Lainnya: