Benny Andrianto Ditetapkan Sebagai Wakil Ketua Umum PERPAMSI

Benny Andrianto Ditetapkan Sebagai Wakil Ketua Umum PERPAMSI

PERPAMSI menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Grandhika Jakarta, 6-7 Desember 2018. Salah satu keputusan Rakernas yakni menetapkan Benny Andrianto sebagai Wakil Ketua Umum PERPAMSI, mendampingi Haris Yasin Limpo sebagai Ketua Umum.

Rakernas PERPAMSI diikuti para Pengurus Pusat PERPAMSI dan perwakilan 30 Pengurus Daerah PERPAMSI dari seluruh Indonesia, dibuka oleh Ketua BPPSPAM Bambang Sudiatmo. Secara umum, Rakernas yang beragendakan laporan keuangan dan pembahasan program kerja PERPAMSI tahun 2019, berjalan kondusif. Suasana ini terlihat antara lain saat penatapan Benny Andrianto (Presiden Direktur PT Adhya Tirta Batam) sebagai Wakil Ketua Umum PERPAMSI, mendampingi Haris Yasin Limpo sebagai Ketua Umum PERPAMSI masa bakti 2018-2021.

Sebagaimana diketahui, Haris sendiri adalah Pengganti Antarwaktu Ketua Umum PERPAMSI menggantikan Erlan Hidayat yang tidak lagi menjabat Direktur Utama PAM Jaya terhitung 24 Agustus 2018. Jabatan Haris yang sebelumnya sebagai Wakil Ketua Umum, merujuk Anggaran Rumah Tangga PERPAMSI Pasal 11 Ayat 4, dipilih dari anggota Pengurus Pusat dalam Rakernas yang dihadiri Ketua dan Sekretaris Pengurus Daerah.

Kerja sama kemitraan

Dalam sambutannya, Ketua Umum PERPAMSI Haris Yasin Limpo menekankan pentingnya kerja sama, terutama antarsesama pengelola air minum (PDAM). Kerja sama ini baik terkait program bantuan pemulihan pelayanan air minum oleh PDAM yang tertimpa bencana seperti yang terjadi baru-baru ini di Lombok, NTB dan di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Juga terkait kerja sama peningkatan pelayanan air minum antarsesama PDAM yang selama ini digalakkan PERPAMSI dalam Program Kemitraan Solidaritas (PKS).

“Kerja sama adalah bagian dari program PERPAMSI bagaimana menjadikan kebersamaan dan solidaritas sebagai kekuatan. Yang sudah lebih maju kita fasilitasi agar membantu yang belum maju, saling bekerja sama dalam bidang IT, kehilangan air dan sebagainya. Dengan upaya tersebut, paling tidak kinerja PERPAMSI baik tingkat daerah dan nasional menyatu untuk menyongsong tahun 2019,” ujar Haris.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan dalam pengelolaan air minum sebagaimana banyak dikeluhkan PDAM seperti terkait biaya energi dan listrik, persoalan pemakaian dan pemanfaataan jalan perlintasan kereta api, persoalan regulasi dan seterusnya.

Optimalkan semua upaya

Ketua BPPSPAM Bambang Sudiatmo dalam sambutannya mengatakan, tuntutan masyarakat terhadap air minum yang memenuhi kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan menjadikan tugas dan tanggung jawab PDAM selaku penyelenggara SPAM, semakin penting. Karena itu, PDAM sebagai perusahaan milik daerah  perlu meningkatkan kinerja manajemen, baik dari sisi keuangan, operasional, pelayanan dan SDM yang profesional.

Ia juga mengemukakan, secara nasional semua upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja PDAM masih perlu dioptimalkan. Hal tersebut tidak saja untuk menurunkan tingkat kehilangan air sebesar 33,19 persen, pemanfaatan idle capacity sebesar 57.050 liter per detik, serta penyelesaian aset APBN dan APBD yang belum seluruhnya diserahterimakan kepada PDAM, namun juga dalam rangka mencapai target jangka panjang 100 persen akses aman air minum bagi semua pada tahun 2030.

“Saya berharap Pengurus Pusat maupun Pengurus Daerah PERPAMSI dapat memberikan semangat bermitra antarPDAM sehingga mempercepat pencapaian PDAM sehat, kuat dan mandiri,” tutupnya.

Apresiasi Relawan

Di sela-sela pembukaan Rakernas, dilakukan penyerahan apresiasi oleh Ketua Umum PERPAMSI untuk para donatur dan relawan dari beberapa PDAM dan aktivis Mapala UI untuk bencana Lombok, NTB dan Palu-Donggala, Sulteng. Juga dilakukan penandatanganan MoU PERPAMSI dengan Water.Org terkait bidang teknologi informasi dan penandatanganan MoU PERPAMSI dengan PDAM Kabupaten Bandung terkait program billing system.

Comments

Berita Lainnya: