PERPAMSI Bantu Pemulihan Pelayanan Air di Palu dan Donggala

PERPAMSI Bantu Pemulihan Pelayanan Air di Palu dan Donggala

Gempa dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat sore, 28 September 2018. Seminggu setelah kejadian, PERPAMSI dan PDAM Kota Makassar menerjunkan Tim Teknis untuk membantu perbaikan kerusakan yang dialami PDAM Kabupaten Donggala dan PDAM Kota Palu. Tim Teknis kedua dikirim PERPAMSI ke Palu dan Donggala, Selasa, 16 Oktober 2018, untuk mengganti tugas tim pertama. Hingga berita ini diturunkan, tim masih bekerja di lapangan, bahu-membahu bersama PDAM Donggala dan PDAM Palu.

Setelah perjalanan darat yang cukup melelahkan selama 30 jam, Tim PERPAMSI yang beranggotakan 15 personil (terdiri dari perwakilan Sekretariat PERPAMSI dan para tenaga teknik PDAM Kota Makassar), tiba di kantor PDAM Kabupaten Donggala yang terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kota Palu, Sabtu siang, 6 Oktober 2018.

Menggunakan tiga mobil minibus dan satu truk yang membawa bantuan PERPAMSI dan PDAM Kota Makassar, butuh waktu dua hari satu malam perjalanan dari Kota Makassar untuk sampai ke Palu. Jalan darat merupakan satu-satunya pilihan mengingat kondisi transportasi udara masih belum normal.

Tim PERPAMSI diterima Direktur PDAM Donggala Hasan Basri beserta staf. Terletak agak jauh dari pesisir, kondisi kantor PDAM Donggala tidak mengalami kerusakan yang berarti. Hanya pagar di belakang kantor dan beberapa kaca yang rusak akibat guncangan gempa.

Menurut Hasan, pelayanan air minum di Kota Palu 70 persen dilayani oleh PDAM Donggala dan 30 persen oleh PDAM Kota Palu. Jumlah pelanggan PDAM Donggala di Kota Palu sebanyak 18 ribu pelanggan sementara PDAM Kota Palu memiliki 7.000-an pelanggan. Wilayah pelayanan PDAM Donggala meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala sendiri. Total pelanggan PDAM Donggala kurang lebih 27 ribu.

Dua hari pasca gempa, lanjut Hasan, ia bersama Kabag Teknik PDAM Donggala Rizal, sempat mensurvei kerusakan infrastruktur PDAM khususnya di Kota Palu. Dari survei awal tersebut, hampir semua jaringan distribusi milik PDAM Donggala tidak bisa beroperasi karena rusak, hancur dan juga lepas atau bergeser. Kondisi yang sama juga terjadi di unit produksi yang terdampak gempa, ditambah tidak adanya pasokan listrik. Alhasil, distribusi air bersih  hanya  dilakukan dengan menggunakan truk atau mobil tangki.

Kondisi yang sama juga dialami PDAM Kota Palu. Akibat gempa, hanya satu IPA yang masih berjalan yaitu IPA Kawatuna dengan kapasitas 10 lpd. Meski berjalan, kondisi IPA sangat memprihatinkan karena di sana-sini retak. Kerusakan juga terjadi di jaringan distribusi sehingga pelayanan hanya bisa dilakukan dengan mobil tangki.

Tim Teknis PERPAMSI dan PDAM Kota Makassar, yang tercatat sebagai yang pertama kali membantu melakukan perbaikan kerusakan di PDAM Donggala maupun PDAM Palu, hari itu juga langsung ikut berjibaku memperbaiki beberapa titik kerusakan pipa yang dialami PDAM Donggala maupun PDAM Palu.

Jauhnya perjalanan dari Kota Makassar dan panasnya suhu Kota Palu yang mencapai 38 derajad celcius tidak menyurutkan semangat tim untuk terus berkerja. Pekerjaan yang dilakukan mulai dari mengganti pipa, valve, mengecek panel dan juga mengelas pipa.

Kerja yang dilakukan tim PERPAMSI dan PDAM Kota Makassar cukup efektif. Di antaranya, produksi IPA Kawatuna sebesar 40 lpd menjadi normal setelah perbaikan pipa intake 12 inci  dan pergantian valve. Sebelumnya, pasokan air ke IPA ini hanya sedikit karena pipa intake yang pecah dan valve yang rusak. IPA Watutule kapasitas 10 lpd milik PDAM Kota Palu juga kembali beroperasi setelah pengelasan pipa intake yang bocor.

Selain itu, pompa-pompa milik PDAM Donggala juga kembali berfungsi setelah perbaikan panel listrik yang dilakukan tim. Dari temuan tim, banyak arus yang terbalik setelah sempat mati lampu. Hal ini mengakibatkan pompa tidak berputar dan panas. Dengan perbaikan ini, pompa kembali berjalan sehingga bak reservoir bisa terisi. Beberapa titik jaringan distribusi utama juga berhasil diperbaiki.

“Kami sangat terima kasih atas bantuan dari PERPAMSI, PDAM Kota Makassar dan rekan-rekan dari PDAM lainnya,” kata Hasan Basri, Plt. Direktur PDAM Kabupaten Donggala.

 

Misi Kedua

Misi kedua PERPAMSI untuk membantu PDAM Palu dan Donggala diluncurkan tanggal 16 Oktober 2018. Tim yang diterjunkan terdiri atas 10 tenaga teknik dari lima PDAM, yaitu PDAM Kota Pontianak, PDAM Kota Balikpapan, PDAM Kota Samarinda, PDAM Kota Malang, dan PDAM Kota Surabaya, dikoordinir oleh Marsudi, staf Sekretariat PERPAMSI.

Tim teknis beranggotakan Mustafa Amin dan Herry Koko (PDAM Balikpapan), Mardianto dan Ahmad Husin (PDAM Samarinda), Budi Hartono dan Supartagus (PDAM Kota Pontianak), Rahmad Hadi Sasmito dan Mubarok (PDAM Kota Malang), serta Bakhtiyar dan Moh. Novan Indarto (PDAM Surabaya).

Kedatangan tim di Palu diantar oleh Direktur Eksekutif PERPAMSI, Ashari Mardiono, dan Kepala Biro Pemberdayaan Organisasi, Dwike Riantara.

Durasi penugasan lebih panjang dari misi pertama, namun tim kedua bekerja tak kenal lelah memperbaiki kerusakan jaringan pipa, pompa dan instalasi pengolahan air. Mereka menginap di kantor PDAM Donggala, makan seadanya, namun tetap bersemangat.

“Dedikasi untuk kemanusiaan dan semangat solidaritas sesama tukang ledeng yang mereka tunjukkan sangat mengharukan dan patut kita banggakan. Bagi saya mereka benar-benar pahlawan,” ujar Marsudi, koordinator tim misi kedua.  DP/DR

Comments

Berita Lainnya: