Lebih Menguntungkan, PDAM Bandarmasih Terapkan Sistem Sewa Meter Pelanggan

Lebih Menguntungkan, PDAM Bandarmasih Terapkan Sistem Sewa Meter Pelanggan

Berawal dari keinginan menjaga cash flow perusahaan, PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin mempunyai ide untuk menggunakan sistem sewa meter dari rekanan. Sudah berjalan hingga 20 ribu sambungan rumah (SR) hingga saat ini.

Pada tahun 2016, Direksi PDAM Bandarmasih mengeluarkan kebijkan yang cukup inovatif, yaitu sewa meter kepada rekanan/supplier. Cara ini terhitung jarang dilakukan di lingkungan PDAM di Indonesia. Kebanyakan PDAM, meter air pelanggannnya didapat dengan membeli atau sistem kredit yang notabene harus menganggarkan biaya yang lumayan tinggi.

Menurut Senior Manager SDM PDAM Bandarmasih Supian, kebijakan tersebut diambil mengingat pada waktu itu PDAM Bandarmasih kekurangan cash flow. Hal ini disebabkan karena dalam waktu bersamaan banyak biaya yang dikeluarkan. Untuk menjaga cash flow perusahaan, maka kebijakan yang diambil adalah dengan mengurangi biaya dalam membeli meter air. Caranya adah dengan sewa meter.

“Alasan utama kebijakan direksi pada waktu itu adalah untuk menjaga cash flow perusahaan karena dana kita yang terbatas,” kata Supian ketika dihubungi Majalah Air Minum PERPAMSI, belum lama ini.

Mekanisme Lelang

PDAM Bandarmasih kemudian melelang proyek sewa meter tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Tak disangka ternyata ada rekanan yang berminat. Setelah diputuskan pemenangnya, program itu mulai berjalan hingga sekarang.

Supian menjelaskan, dalam kesepakatan sewa meter ini, PDAM tidak terlalu banyak direpotkan. Hal ini karena biaya meter air dan juga pemasangan diserahkan kepada rekanan. Biaya yang dikeluarkan untuk sewa meter tersebut sebesar Rp 500 ribu. Biaya tersebut sudah termasuk pemasangan, sewa  dan penggantian meter selama lima tahun.

“Jika ada meter air yang tidak sempurna atau rusak selama perjanjian menjadi tanggung jawab rekanan. Ini sama persis seperti kita rental barang,” kata Supian.

Untuk membayarnya, PDAM hanya membayar setelah meter air terpasang ke pelanggan dan telah dicek oleh tim dari PDAM. PDAM kemudian membayar setiap bulannya, setelah mendapat laporan dari rekanan dan diverifikasi. Dengan biaya Rp 500 ribu setiap tahun, PDAM hanya mengeluarkan kurang dari Rp 10 ribu setiap bulannya.

Lebih lanjut menurut Supian, saat ini setidaknya sudah lebih dari 20 ribu SR yang menerapkan sistem sewa. Menurut Supian, pemasangannya tidak sekaligus, namun biasanya bertahap 1.000 atau 2.000 setiap bulannya. “Kalau sekaligus berat juga bagi rekanan karena ini kan harus disurvei dulu juga,” katanya.

Diakui Supian, dengan sistem sewa ini, PDAM terbantu dalam kewajiban mengganti meter air setiap 5 tahunnya. Karena seperti dalam aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian PUPR, meter air wajib diganti dan ditera ulang setiap lima tahun. Jika saat ini pelanggan PDAM Bandarmasih berjumlah sekitar 175 ribu pelanggan artinya setiap tahun harus ada sekitar 30 ribu meter air lebih yang harus diganti.

Dengan sistem sewa ini, lanjut Supian, dengan biaya yang sama, jumlah meter air yang diganti tentu lebih banyak dengan sistem sewa daripada harus membeli.

Dilirik BPPSPAM

Kebijakan PDAM Bandarmasih ini, kata Supian, sempat juga diakomodir oleh BPPSPAM. Selang beberapa bulan setelah PDAM menerapkan kebijakan tersebut, cerita Supian, tim dari BPPSPAM Jakarta datang untuk melihat dan mempelajari. Melihat keberhasilan PDAM Bandarmasih tersebut, BPPSPAM berencana akan membuat suatu aturan sewa dan juga business to business (b to b) PDAM yang bisa diterapkan di seluruh Indonesia.

“B to b nantinya tidak hanya untuk pembangunan instalasi saja tapi akan melebar ke sistem sewa sarana dan prasarana,”kata Supian.

Sistem  sewa ini sebenarnya cocok untuk PDAM kecil yang kesulitan biaya untuk mengganti meter air. Seperti kita ketahui, banyak PDAM yang meter airnya sudah berumur melampaui usia teknisnya yakni 5 tahun karena keterbatasan anggaran. Padahal, sudah menjadi kewajiban PDAM untuk mengganti meter air pelanggan setiap lima tahun. Selain itu, baik buruknya meter air akan berpengaruh ke pendapatan PDAM.

Meski sudah berjalan dua tahun hingga mencapai 20 ribu sambungan, menurut Supian, pihak PDAM masih akan mengevaluasi kebijakan ini. Apakah memang sistem sewa ini lebih banyak keuntungan bagi PDAM atau tidak. “Nanti setelah lima tahun kita evaluasi. Ada kemungkinan juga untuk terus diperluas hingga seluruh sambungan,” imbuhnya. DP

 

Comments

Berita Lainnya: