PDAM Kota Balikpapan Menunggu Suplai Air Waduk Teritip

PDAM Kota Balikpapan Menunggu Suplai Air Waduk Teritip

PDAM Kota Balikpapan saat ini begitu bergantung pada sumber air baku utama dari Waduk Manggar. Sementara berharap pada selesainya pembangunan Waduk Teritip, optimalisasi pelayanan di segala lini terus diupayakan, termasuk upaya menurunkan angka kehilangan air demi mendongkrak jumlah pelanggan tanpa harus meningkatkan kapasitas produksi.  

Dengan jumlah penduduk sebanyak 781.349 jiwa, saat ini PDAM Balikpapan baru melayani sekira 98.173 pelanggan atau baru melayani sekira 76,47 persen dari jumlah penduduk. Sumber air baku yang digunakan saat ini dari waduk Manggar sebesar 75 persen dan air bawah tanah sebesar 25 persen. Kapasitas tersebut nyaris mentok alias tidak ada idle capacity. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri mengingat pesatnya laju pertumbuhan penduduk yang mencapai 3-5 persen per tahun.

“Tentu kami sangat berharap adanya tambahan air baku dari waduk Teritip yang direncanakan bisa menambah 250 liter per detik. Itu rencananya baru bisa terealisasi di awal tahun 2019,” ujar Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan Haidir Effendi kepada Majalah Air Minum PERPAMSI, awal April 2018.

Sebagaimana diketahui, waduk Teritip yang pembangunannya dimulai sejak 2014 memiliki luas genangan 94,80 hektar dengan kapasitas 2,43 juta meter kubik. Saat ini bendungan dalam tahap pengisian atau inpounding dan ditargetkan segera beroperasi tahun ini. Salah satu manfaat utama dari bendungan tersebut yakni menambah pasokan air baku PDAM Balikpapan sebesar 250 liter per detik dari saat ini sebesar 1.000 liter per detik yang dipasok dari waduk Manggar. Kebutuhan air baku di Kota Balikpapan sendiri diperkirakan mencapai 1.600 liter liter detik.

Guna mendukung pemanfaatan bendungan tersebut, saat ini tengah dilaksanakan pembangunan IPA yang direncanakan rampung pada tahun 2018. Ke depannya, selain berasal dari waduk Teritip sebesar 250 liter per detik, air baku bagi IPA Teritip juga akan dipasok dari Embung Aji Raden sebesar 150 liter per detik.

Sembari menunggu beroperasinya waduk dan IPA Teritip, lanjut Haidir, saat ini pihaknya terus mengupayakan penurunan angka kehilangan air sebesar 1,5 persen setiap tahunnya. Namun, untuk menurunkan angka kehilangan air yang saat ini berkisar 27 persen, bukan tanpa kendala. Hampir 70 persen jaringan perpipaan sepanjang sekira 1,3 juta meter berada di bawah bangunan dan badan jalan. Dengan kondisi ini tentu bukan perkara mudah untuk melakukan perbaikan, rehabilitasi atau penggantian jaringan. Pastilah membutuhkan upaya yang luar biasa, disamping anggaran yang juga tidak kecil.

Nah, sembari program penurunan kehilangan air terus diupayakan jajaran PDAM di bagian teknik, strategi lain yakni reklasifikasi golongan pelanggan dan pemberlakuan blok konsumsi pemakaian mulai diterapkan sejak 1 April 2018. Kebijakan ini diambil dengan tujuan agar pelanggan bisa berhemat menggunakan air.

“Masih sekitar 23,53 persen masyarakat Balikpapan yang belum mendapatkan pelayanan PDAM. Dengan berhemat menggunakan air, diharapkan akan berdampak pada pemerataan aliran dan bisa membantu mereka yang belum dilayani PDAM. Kita memang belum bisa melihat dampak positif kebijakan tersebut karena baru diterapkan sejak 1 April lalu,” ujar Haidir, yang baru satu periode menjabat. AZ

 

Comments

Berita Lainnya: