Perumda Air Minum Kota Surakarta Semakin Mantab dengan Nama Baru

Perumda Air Minum Kota Surakarta Semakin Mantab dengan Nama Baru

Mengacu kepada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan diperkuat dengan PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, beberapa PDAM sudah mulai mengubah bentuk hukumnya, salah satunya PDAM Kota Surakarta yang kini resmi menyandang nama baru: Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum “Toyo Wening” Kota Surakarta.

Dari sekitar 436 penyelenggara air minum di seluruh Indonesia, baru segelintir saja yang sudah mengubah bentuk hukumnya sesuai amanah UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (salah satu babnya membahas BUMD) dan diperkuat PP Nomor 54  Tahun 2017 tentang BUMD. Perubahan bentuk hukum yang harus dipilih yakni “Perumda” bila dimiliki hanya satu daerah atau berbentuk “Perseroda” bila satu PDAM dimiliki lebih dari satu daerah (terbagi atas saham). Sesuai regulasi PP 54, daerah diberi batas 3 (tiga) tahun agar segera membuat Perda pendirian.

Merespon hal ini, tepat di hari jadinya yang ke-42, yang puncak acara diselenggarakan tanggal 2 April 2018 lalu, PDAM Kota Surakarta resmi berganti nama menjadi Perumda Air Minum “Toyo Wening” Kota Surakarta. Sebagai informasi, dari total 436 penyelenggaran layanan air minum di Tanah Air, baru 6 PDAM yang resmi berubah bentuk hukumnya menjadi “Perumda” yakni Kab. Cianjur, Kab. Sukabumi, Kab. Sukoharjo, Kab. Boyolali, Kota Cirebon dan Kota Surakarta.

Khusus di Kota Surakarta, tidak hanya perubahan nama, dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan logo baru perusahaan. Sekilas logo tersebut nampak seperti gunungan dalam pewayangan. Namun, ternyata banyak makna filosofis yang terkandung dalam logo tersebut. Di dalamnya terdapat tiga simbol, yaitu keris sebagai wujud kesinambungan antara perusahaan sebagai penyedia air bersih dengan masyarakat, sulur (akar tumbuhan) yang bermakna kembali ke alam, serta gunungan yang mengambil kearifan lokal budaya Solo.

Satu lagi, tulisan Toyo Wening dibawah logo, yang berarti air yang jernih. “Toyo Wening ini tidak sekadar nama, tapi harus diterjemahkan perusahaan bahwa air yang diberikan kepada masyarakat benar-benar wening atau bersih. Wening ini juga berarti kejernihan dalam bertindak dan berpikir dalam melayani masyarakat,” kata Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo yang turut serta terlibat dalam pemilihan logo tersebut.

Di usianya yang ke-42, Wali Kota berharap pelayanan air bersih kepada masyarakat semakin baik dan cepat. Ia juga berharap Perumda Toyo Wening dapat mendukung program pemerintah dalam rangka penyediaan sarana air bersih untuk permukiman kumuh. “Kepuasan masyarakat itu adalah nomor satu. Saya kalau ada keluhan baik lewat media sosial atau SMS langsung saya forward ke direktur biar cepat ditangani. Sehingga saya berharap Toyo Wening ini benar-benar menjadi perusahaan yang mantab dalam pelayanan,” tandasnya. DP

 

 

Comments

Berita Lainnya: