Wali Kota Singkawang Dukung Penuh PDAM

Wali Kota Singkawang Dukung Penuh PDAM

Wali kota sebagai pemilik PDAM suka tidak suka menjadi salah satu faktor penentu kondisi PDAM. Kebijakan-kebijakan yang diambil menentukan ke mana arah PDAM akan bergerak. Seiring target pemerintah pusat dalam RPJMN 2015-2019 yang mengamanatkan agar dapat memberikan 100 persen akses aman air minum, maka dibutuhkan komitmen kuat dan konkret dari para kepala daerah untuk ikut menyukseskannya. Bagaimana dengan Kota Singkawang?

Usia jabatan Tjhui Chui Mie sebagai Wali Kota Singkawang baru seumur jagung. Perempuan asli Singkawang ini baru dilantik pada 17 Desember 2017 bersama wakilnya, H. Irwan. Namun, dalam waktu singkat ia segera membuat gebrakan. Kota Singkawang yang dipimpinnya berhasil menyelenggarakan perayaan Cap Go Meh 2018 sebagai yang terbesar dari yang pernah ada, dan mencatatkan empat rekor MURI.

Perayaan tersebut berhasil menyedot perhatian khalayak, yang pada akhirnya mampu mendatangkan ribuan pengunjung dari luar Singkawang dan bahkan dari banyak daerah lain di Indonesia. Tak kurang Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi turut hadir di perayaan tersebut.

Namun, tentu saja perempuan kelahiran Singkawang, 27 Februari 1972 yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Kota Singkawang belum akan dan belum boleh berpuas diri. Sejumlah persoalan di daerah yang dipimpinnya masih memerlukan perhatian dan pelayanannya.

“Apa yang saya sampaikan di dalam kampanye kemarin, itulah yang harus saya tepati,” kata Tjhui Chui Mie kepada wartawan, seperti dikutip oleh pontianakpost.com.

Untuk diketahui, sang Wali Kota memberikan perhatian besar pada sektor-sektor penting dalam menunjang kehidupan masyarakat Singkawang, seperti bidang infrastuktur, kesehatan, pendidikan, serta bidang-bidang lainnya. Seperti yang ia janjikan saat kampanye, itulah yang menjadi tugas utama Pemerintah Kota Singkawang. “Semua itu harus diprioritaskan sesuai dengan aspirasi masyarakat,” katanya.

Untuk bidang infrastruktur, Tjhui Chui Mie berkomitmen akan memprioritaskan pembangunan irigasi untuk petani, drainase, hingga normalisasi sungai. Lantas, bagaimana komitmennya terhadap pembangunan PDAM Gunung Poteng yang notabene ia sendiri sebagai pemilik? Terlebih, hingga saat ini PDAM tersebut masih berstatus kurang sehat seperti hasil audit BPPSPAM pada 2016.

Terkait hal ini, Wali Kota Tjhui Chui Mie berkesempatan menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan Majalah Air Minum PERPAMSI. Wawancara dilakukan melalui surat elektronik. Berikut petikannya:

Bagaimana Anda menilai kondisi PDAM Kota Singkawang saat ini, khususnya dalam hal kinerja dan pelayanan terhadap masyarakat pelanggan?

Sampai dengan saat ini, saya melihat PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang sudah mulai menunjukkan kinerja yang lebih baik. Memang, kalau melihat posisi hasil audit kinerja dari BPPSPAM tahun 2016, PDAM kondisinya masih kurang sehat. Namun, secara kasat mata sekarang kondisinya sudah mulai meningkat. Mudah-mudahan audit kinerja tahun 2017 ini sudah mulai masuk kondisi sehat, sehingga dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai pemilik, bagaimana komitmen yang bisa Anda tunjukkan untuk keberlangsungan, perkembangan, dan kemajuan PDAM Kota Singkawang?

Komitmen Pemko Singkawang sebagai pemilik sudah jelas, kami siap mendukung program kerja yang akan dilaksanakan. PDAM kan bekerja untuk kepentingan masyakarat, dan melayani masyarakat Kota Singkawang untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang jelas merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, saya sebagai Wali Kota siap mendukung upaya tersebut.

Konkretnya, seperti apa bentuk dukungan tersebut?

Ya tentu saja dukungan itu termasuk masalah pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan cakupan pelayanan. Sebagai wali kota, saya baru menjabat dan baru dilantik tiga bulan. Namun, kami sudah berkomitmen untuk mendukung pelayanan masyarakat akan air bersih. Dalam bidang pendanaan, kami mengalokasikan anggaran penyertaan modal kepada PDAM untuk mendukung program hibah sebesar Rp 8 miliar untuk tahun 2018.

Bagaimana dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur, misalnya terkait ketersediaan air baku bagi PDAM?

Untuk hal itu, saya juga mendukung tim perencanaan studi kelayakan Danau Serantangan untuk dijadikan sumber air bersih, yang sedang dirancang oleh Konsultan CDIA (Cities Development Initiatives for Asia). Serta mendukung tindak lanjut pengamanan air baku potensial bagi kelangsungan suplai air baku Kota Singkawang di masa yang akan datang.

Apa saran Anda untuk perbaikan pelayanan dan kemajuan PDAM di masa datang?

Wali kota adalah pelayan masyarakat, dan saya mencintai masyarakat Kota Singkawang. Tentu saja saya berharap agar PDAM dapat melayani masyarakat dengan tulus hati, mendistribusikan air hasil olahan yang memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), dan menjaga kontinuitas distribusi air setiap hari. Jangan lagi ada masyarakat yang mengeluhkan soal air, baik dari kuantitas, kualitas, maupun kontinuitasnya. Untuk apa? Tentu saja agar masyarakat saya bisa sehat dan puas karena mengkonsumsi air yang sehat.

Ada hal lain yang ingin Anda sampaikan?

Khusus kepada pelanggan PDAM, bayarlah air tepat waktu agar berimbang antara hak dan kewajiban pelanggan dan PDAM. Rois Said

 

 

 

 

 

 

Comments

Berita Lainnya: