Ketua Umum PERPAMSI Buka Dua Diklat Berbasis Kompetensi

Ketua Umum PERPAMSI Buka Dua Diklat Berbasis Kompetensi

Ketua Umum PERPAMSI Erlan Hidayat secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Utama Angkatan 46 dan Tingkat Muda Angkatan 85 berbasis kompetensi di Hotel Grand Cempaka Jakarta, 2-7 April 2018.

Dua Diklat yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Tirta Dharma Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (YPTD-Pamsi), yakni tingkat Utama dengan 17 peserta dan tingkat Muda dengan 37 peserta yang sebagian besar merupakan para karyawan dari berbagai PDAM di Tanah Air.

Selain dihadiri Ketua Umum PERPAMSI yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina YPTD-Pamsi, hadir pada saat pembukaan Plt. Ketua YPTD-Pamsi Haryadi Priyohutomo beserta jajaran pengurus dan pengajar seperti Rama Boedi, Uki Ashardijanto, Nina Meilina, dan Hifzillah.  

Dalam sambutannya, Erlan sedikit menguraikan tentang PERPAMSI dan lembaga afiliasinya, termasuk YPTD-Pamsi. Menurutnya, saat ini asosiasi yang sudah berdiri sejak 1972 secara bertahap akan melakukan pembenahan-pembenahan secara administrasi, termasuk terkait lembaga afiliasi. Pembenahan administrasi asosiasi dan lembaga afiliasi diperlukan karena adanya potensi penerimaan bantuan dari lembaga donor. Ia juga menekankan pentingnya mempelajari dan mengembangkan kompetensi para insan PDAM dengan capacity building.

Diakui Erlan, ia termasuk Ketua Umum yang beruntung karena ditinggali dana yang cukup besar dari Pengurus sebelumnya, sekira Rp 7 miliar. Nah, untuk program pendidikan sendiri, Erlan menganggarkan sekira 28 persen dari angka tersebut. Karenanya, ia mempersilahkan bagi Pengurus Daerah/PDAM untuk memanfaatkan anggaran yang tersedia, tentu dengan pengajuan/proposal yang jelas ke Sekretariat PERPAMSI. “Silahkan manfaatkan bantuan ini, terutama untuk PDAM-PDAM yang kurang sehat atau masih sakit” ujar Erlan.

Plt. Ketua YPTD-Pamsi Haryadi Priyohutomo dalam sambutannya menekankan pentingnya kompetensi bagi insan PDAM. Saking pentingnya kompetensi, lanjutnya, saat ini bahkan profesi seperti tukang jamu, dukun manten, empu keris, sudah banyak yang mencari dan memiliki sertifikasi kompetensi. Bahkan, untuk air minum, sudah diatur dalam regulasi yakni Permen PUPR Nomor 10/PRT/M/2016 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Pengelolaan SPAM. Regulasi ini mengamanahkan para pengelola SPAM mulai dari operator hingga direksi agar memiliki “Sertifikat Kompetensi”.

Haryadi atau yang akrab disapa Didit juga mengungkapkan, dari sekira 53 ribu karyawan PDAM di seluruh Indonesia, yang memiliki sertifikat kompetensi baru sekira 7000 orang. Mengingat tantangan perairminuman yang semakin kompleks ke depan, menurutnya,  adalah sebuah keniscayaan bagi para insan atau pengelola SPAM untuk memiliki kompetensi. “Bangun kompetensi karena kompetensi melegalkan eksistensi bapak dan ibu sekalian,” pesannya. AZ

 

Comments

Berita Lainnya: