PERPAMSI Akan Terus Pompa Semangat Kerja Para Anggota

PERPAMSI Akan Terus Pompa Semangat Kerja Para Anggota

Ketua Umum PERPAMSI Erlan Hidayat menyampaikan, saat ini roh dari organisasi akan lebih diintensifkan dan difokuskan kepada semangat kerja bagi para anggota, terutama PDAM yang masih Sakit dan Belum Sehat.

Sebagaimana diketahui, di forum Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (MAPAMNAS) XIII di Jakarta, bulan Desember 2017 lalu, telah diputuskan perubahan nomenklator dari kata ‘Dewan Pengurus Pusat’ menjadi ‘Pengurus Pusat’ PERPAMSI. Secara eksplisit, hal ini membawa semangat kerja bagi para anggota.  Artinya, kita wajib bekerja mencapai berbagai kemajuan. Semangat kerja adalah respons dari tantangan seperti yang diamanatkan Pemerintah Pusat melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang air minum yang menargetkan capaian 100 persen akses aman air minum di tahun 2019.

“Sebagaimana diketahui, RPJMN 2015-2019 menargetkan 100 persen akses aman air minum, yang di antaranya sebanyak 35 persen air perpipaan, dan sisanya (65 persen) non perpipaan. Sementara, tahun 2019 sudah sebentar lagi dan itu berarti target mendesak harus dipenuhi,” ujar Erlan di forum Rakernas PERPAMSI 2018, belum lama ini.

Mengutip pernyataan Asisten Deputi Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Sumber Daya Air, Kementerian Perekonomian, M. Zainal Fatah, saat membuka MAPAMNAS XIII, Desember 2017, bahwa PDAM memikul tanggung jawab besar sebab lewat PDAM-lah pemerintah hadir dalam usaha memenuhi hak rakyat atas air. Begitu urgen soal air, sehingga penyelanggaraan SPAM menjadi salah satu prioritas dalam Nawa Cita. Dalam hal ini, lanjut Erlan, tanggung jawab ini juga ada di pundak PERPAMSI.

Dikatakan, fokus PERPAMSI ke depan adalah bagaimana mendorong peningkatan kinerja PDAM, terutama yang masih dalam kondisi sakit dan kurang sehat. PERPAMSI sebagai asosiasi PDAM seluruh Indonesia harus bisa menunjukkan kontribusinya atau dengan kata lain keberadaannya harus bisa dirasakan para anggota. “Walaupun sebenarnya di luar itu PDAM adalah milik daerah, yang artinya Pemda lebih berperan dalam menentukan kondisi beroperasinya sebuah PDAM menjadi sehat atau tidak sehat,” jelasnya.

Namun, dari analisis SWOT dan rencana strategis yang sudah dilakukan PERPAMSI sejak periode sebelumnya, pihaknya sudah cukup bekal untuk melakukan berbagai kegiatan guna memperbaiki kondisi kinerja PDAM di Indonesia. Erlan berharap kebersaaman seluruh penyelenggara SPAM bisa menghasilkan upaya dan langkah terbaik bagi PERPAMSI dan seluruh anggotanya. RS

Comments

Berita Lainnya: