PERPAMSI Jajaki Kerja Sama Baru dengan JICA

PERPAMSI Jajaki Kerja Sama Baru dengan JICA

Ketua Umum PERPAMSI Erlan Hidayat menginginkan ada kerja sama baru dengan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA). Hal itu ia ungkapkan ketika  bertemu dengan perwakilan JICA, Shigeru Sugawara di Graha PERPPAMSI Jakarta, (20/12).

Dalam kesempatant tersebut, Shigeru memaparkan beberapa agenda kegiatan JICA yang akan diselenggarakan pada tahun 2018. Agenda tersebut di antaranya, kelanjutan program Center of Excellent (CoE),  pelatihan SDM baik bidang keuangan maupun  manajemen, serta rencana training of trainer (ToT).

Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa kerja sama yang telah difasilitasi oleh JICA dengan PDAM. Di antaranya, program peningkatan kualitas air antara PDAM Kabupaten Bengkalis dengan Ube Internasional Environment Cooperation Association, PDAM Kota Solok dengan Toyohashi Waterwork dan Severage Bureau, PDAM Kota Makassar dengan Kawasaki, PDAM Kota Bandung  dengan Hamamatsu City Government.

Selain itu juga ada kerja sama antara PDAM dengan pihak swasta di Jepang. Antara lain, PDAM Kabupaten Bandung dengan Tokyo Suido Service dan juga PDAM Kabupaten Manggarai Barat dengan perusahaan Kansuikobo.

Lebih lanjut menurut Shigeru, ia berharap PERPAMSI dapat terlibat dalam program-program JICA yang dalam hal ini bekerja sama dengan Dijten Cipta Karya Kementerian PUPR.  “Saya akan mengundang dan melibatkan PERPAMSI dalam program-program kami,” kata Shigeru.

Menanggapi hal tersebut, Erlan Hidayat menyambut baik kerja sama yang selama ini dilakukan antara PERPAMSI dengan JICA. Namun demikian, ia menginginkan kerja sama yang dilakukan lebih bersifat praktis daripada hanya sekadar seminar maupun teori. Ia mencontohkan soal pelatihan SAK-ETAP, menurutnya hal tersebut kurang efektif untuk PDAM. Alasaanya, banyak PDAM di Indonesia merupakan PDAM kecil yang tidak begitu paham soal laporan keuangan.

“Meskipun diberi pelatihan seberapa banyak pun, susah bagi PDAM untuk menerapkannya.

Akan lebih efekfif jika PDAM meng-hire ahli akuntan untuk mencatat segala kegiatan PDAM,” kata Erlan.

Dikatakan, akan lebih tepat bila bantuan dari JICA kepada PDAM banyak difokuskan kepada hal-hal yang terkait dengan operasional PDAM. Misal bagaimana memasang pipa yang benar, mencatat meter, dan hal teknis lainnya.

Ke depan, lanjut Erlan, PERPAMSI ingin lebih melakukan program dan kegiatan yang bersifat praktis dan langsung terasa bagi anggota. PERPAMSI juga berencana melakukan sertifikasi dan standarisasi kepada  produk-produk yang berhubungan dengan PDAM seperti pipa maupun meter air. Sertifikasi ini juga yang dilakukan asosiasi air minum Jepang atau yang disebut JWWA di Jepang. “Saya harap ada kerja sama baru dengan JICA yang lebih bersifat praktis. Kalau bisa kerja sama langsung tidak perlu lewat pemerintah,” kata Erlan yang dalam kesempatan tersebut didampingi Direktur Eksekutif, Tenaga Ahli dan Kepala Biro Diklat dan Kemitraan. (Dvt)

Comments

Berita Lainnya: