PERPAMSI Award 2017

PERPAMSI Award 2017

Sebanyak 54 Pemko/Pemkab dan PDAM mendapat penghargaan PERPAMSI Award 2017 di acara MAPAMNAS XIII di Jakarta, 6 Desember lalu. PERPAMSI Award diberikan bagi kepala daerah dan PDAM yang memiliki komitmen dan kinerja yang baik terhadap pelayanan air minum di daerahnya masing-masing.

Sebagaimana diketahui, penghargaan bagi pemerintah daerah selaku pemilik penyelenggara SPAM meliputi tiga aspek penilaian yaitu: kebijakan Pemda yang mendorong peningkatan kinerja penyelenggara SPAM dalam bentuk regulasi, dukungan ketersediaan dan kualitas dokumen perencanaan meliputi Rencana Induk SPAM (RISPAM), business plan, studi kelayakan dan rencana detail (IPA, distribusi, dll), serta pendelegasian/penunjukan instansi di daerah yang bertanggung jawab dalam hal perizinan, pembinaan, pengawasan (pemantauan dan evaluasi) dan pengendalian pelayanan air minum.

Sementara penghargaan bagi penyelenggara SPAM dibagi dalam “Kelompok Kota” dan “Kabupaten” sesuai jumlah penduduk/pelanggan, dengan kategori dan kriteria penilaian meliputi: “Kategori Pelayanan Unggulan” dengan aspek penilaian yakni cakupan pelayanan (termasuk pertumbuhan jumlah pelanggan) dan kualitas pelayanan 4K yang meliputi kualitas air (pemenuhan Permenkes Nomor 492/2010), kuantitas kecukupan air (volume konsumsi meter kubik per pelanggan per bulan), kontinuitas pelayanan (24 jam/hari) dan keterjangkauan tarif (FCR).

Kemudian “Kategori Operasi Unggulan SPAM” dengan aspek penilaian yakni: Pengelolaan perangkat keras yakni operasi, pemeliharaan dan peremajaan aset SPAM; pengelolaan perangkat lunak yang meliputi ketersediaan Prosedur Operasi Standar (POS), instruksi kerja, pengelolaan data, dukungan teknologi informasi. Serta, pengelolaan perangkat cerdas yang meliputi pelatihan berbasis kompetensi dan budaya kerja.

Menurut Ketua Tim Penilai PERPAMSI Award 2017 Agus Sunara, penilaian dalam penghargaan PERPAMSI Award kali ini memang berbeda dari sebelumnya. Penghargaan kali ini dibagi menjadi kota dan kabupaten dengan menekankan pada jumlah penduduk, yaitu di bawah 200 ribu jiwa,  200-500 ribu jiwa dan 500 ribu jiwa ke atas. Sementara untuk kategori ada tiga macam yaitu pembina, pelayanan dan operasional terbaik. “Kalau sebelumnya kita berdasarkan kota atau kabupaten besar, sedang, kecil maupun metro. Kalau dengan penilaian tersebut jumlah PDAM dalam satu kategori tidak banyak, kadang cuma ada lima. Kalau dengan jumlah penduduk seperti ini lebih merata,” terang Agus.

Perbedaan lainnya, lanjut Agus, adalah soal kategori bidang, yaitu ada pembina, operasi dan pelayanan. Kategori pembina diperuntukkan bagi pemilik yang memiliki komitmen tinggi terhadap PDAM. Penilaian dilihat dari adanya dokumen RISPAM suatu daerah, business plan dan juga dukungan dalam bentuk penyertaan modal bagi PDAM.

Sementara itu, kategori layanan adalah untuk PDAM yang memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan PDAM. Dan yang terakhir adalah operasional yang dinilai dari tingkat kebocoran, efisiensi dan hal lain yang terkait dengan operasional. Latar belakang pemilihan kategori ini, menurut Agus, karena setiap PDAM memiliki keunggulan di bidangnya masing-masing. Ke depan, tidak menutup kemungkinan ada kategori lain, seperti SDM terbaik atau yang lainnya.  “Data kita peroleh dan nilai dari BPPSPAM dan juga BPKP untuk kemudian kita nilai sesuai dengan kategori yang kita tetapkan,” tambah Agus.

Selain itu, penilaian kali ini juga hanya khusus terkait air minum. Dimana sebelumnya dalam IWWEF 2014 sektor sanitasi juga menjadi bahan penilaian.  Dengan penghargaan ini, Agus berharap bisa menjadi motivasi bagi PDAM untuk terus meningkatkan kinerjanya.

Penghargaan PERPAMSI Award diserahkan oleh Mohammad Zainal Fatah selaku  Asisten Deputi Infrastruktur Sumber Daya Air Kemenko Perekonomian, didampingi perwakilan dari Pemrov DKI, perwakilan pejabat dari Kementerian PUPR, Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PERPAMSI. (Dvt)

 

                              Penerima PERPAMSI Award 2017

Kabupaten

                                     Kota

Pembina Terbaik Penduduk  < 200.000 Jiwa

Pembina Terbaik Penduduk  < 200.000 Jiwa

  1. Kabupaten Kepulauan Yapen
  2. Kabupaten Bantaeng
  3. Kabupaten Kolaka Utara
  1. Kota Palopo
  2. Kota Pekalongan
  3. Kota Magelang

Pembina Terbaik Penduduk 200.000-500.000 Jiwa

Pembina Terbaik Penduduk 200.000-500.000 Jiwa

  1. Kabupaten Manggarai
  2. Kabupaten Jayapura
  3. Kabupaten Kutai Timur
  1. Kota Tegal
  2. Kota Batu
  3. Kota Tarakan

Pembina Terbaik penduduk  > 500.000 Jiwa

Pembina Terbaik penduduk  > 500.000 Jiwa

  1. Kabupaten Bandung
  2. Kabupaten Malang
  3. Kabupaten Gowa
  1. Kota Banjarmasin
  2. Kota Makassar
  3. Kota Medan

Pelayanan Terbaik Penduduk  < 200.000 Jiwa

Pelayanan Terbaik Penduduk  < 200.000 Jiwa

  • 1.PDAM Malinau
  • 2.PDAM Tanah Bumbu
  • 3.PDAM Bulungan
  • 1.PDAM Payakumbuh
  • 2.PDAM Sibolga
  • 3.PDAM Bontang

Pelayanan Terbaik Penduduk 200.000-500.000 Jiwa

Pelayanan Terbaik Penduduk 200.000-500.000 Jiwa

  • 1.PDAM Tabanan
  • 2.PDAM Kerinci
  • 3.PDAM Paser
  • 1.PDAM Madiun
  • 2.PDAM Banda Aceh
  • 3.PDAM Gorontalo

Pelayanan Terbaik penduduk  > 500.000 Jiwa

Pelayanan Terbaik penduduk  > 500.000 Jiwa

  • 1.PDAM Buleleng
  • 2.PDAM Batang
  • 3.PDAM Wonosobo
  • 1.PDAM Surabaya
  • 2.PDAM Samarinda
  • 3.PDAM Mataram

Operasional Terbaik Penduduk  < 200.000 Jiwa

Operasional Terbaik Penduduk  < 200.000 Jiwa

  • 1.PDAM Kepulauan Aru
  • 2.PDAM Bangka Barat
  • 3.PDAM Kebumen
  • 1.PDAM Salatiga
  • 2.PDAM Pasuruan
  • 3.PDAM Tebing Tinggi

Pelayanan Terbaik Penduduk 200.000-500.000 Jiwa

Pelayanan Terbaik Penduduk 200.000-500.000 Jiwa

  • 1.PDAM Berau
  • 2.PDAM Klungkung
  • 3.PDAM Karangasem
  • 1.PDAM Pematang Siantar
  • 2.PDAM Probolinggo
  • 3.PDAM Bengkulu

Pelayanan Terbaik penduduk  > 500.000 Jiwa

Pelayanan Terbaik penduduk  > 500.000 Jiwa

  • 1.PDAM Temanggung
  • 2.PDAM Tangerang
  • 3.PDAM Magetan
  • 1.PT ATB Batam
  • 2.PDAM Bogor
  • 3.PDAM Malang

 

 

 

Comments

Berita Lainnya: