Peringatan Hari Air Dunia 2017 DPD PERPAMSI Jateng

Peringatan Hari Air Dunia 2017 DPD PERPAMSI Jateng

Memperingati Hari Air Dunia 2017, DPD Jawa Tengah menyelenggarakan program penanaman pohon (penghijauan) di Jurang Jero, Kecamatan Srumbung, Magelang (15/4). Kegiatan ini dihadiri oleh para direktur utama PDAM se-Jawa Tengah. Sebanyak 5.000 bibit yang merupakan sumbangan dari PDAM-PDAM di Jateng diserahterimakan kepada kepala desa setempat untuk ditanam di areal hutan Gunung Merapi.

Dalam laporannya, Direktur Utama PDAM Kabupaten Wonosobo Retnoningsih mewakili ketua panitia pelaksana mengungkapkan, kegiatan penghijauan sangat erat kaitannya dengan eksistensi PDAM selaku pelayan masyarakat di bidang air minum. “Dengan melakukan penghijauan, kita berharap ke depan debit air di sekitar Magelang ini akan kembali meningkat, sehingga pelayanan kita kepada pelanggan akan semakin baik,” ujar Retnoningsih.

Sementara, Ketua PERPAMSI DPD Jawa Tengah yang diwakili Sekretaris DPD Yani Setiawan dalam sambutannya mengatakan, 5.000 bibit pohon yang akan ditanam merupakan jenis-jenis pohon yang sangat baik untuk menangkap air. Bibit pohon itu antara lain gayam, beringin, aren, berasan, pule dan nyamplung. Pohon jenis tersebut baik untuk menangkap air.

Pada kesempatan tersebut, para direktur PDAM se-Jateng secara bergiliran menyerahkan bibit-bibit pohon yang akan ditanam kepada anggota Forum Merapi-Merbabu Hijau (FMMH) sebagai pegiat pelestarian lingkungan hidup di kawasan Merapi dan Merbabu. Terkait hal ini, Yani mengajak semua masyarakat untuk mencontoh FMMH dengan lebih peduli lagi terhadap pelestarian mata air.

“Saya sangat mengapresiasi adanya relawan-relawan di Kabupaten Magelang yang sangat peduli dengan gerakan penghijauan dalam wadah FMMH ini. Alam memang butuh orang-orang ‘gila’ yang punya kegiatan istimewa dan akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, yakni air untuk masa depan,” kata Yani.

Koordinator relawan FMMH Jatmiko menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan 5.000 bibit pohon untuk ditanam di kawasan hutan Merapi. “Semoga kegiatan ini dan bantuan ini tidak hanya PERPAMSI saja tapi juga bisa dilakukan instansi-instansi lain untuk berbuat untuk alam,” tegasnya.

FMMH sendiri selama ini melakukan aksi konservasi kawasan Merapi dan Merbabu sejak beberapa tahun lalu. Aksi yang diawali dari iuran swadaya ini terus berkembang dan berhasil menyampaikan pesan menanam untuk masa depan. Terutama di kawasan hutan yang mulai rusak. (Rsd)

Comments

Berita Lainnya: