PDAM Tirtanadi Bantu PDAM Pidie Jaya Pasca Gempa

PDAM Tirtanadi Bantu PDAM Pidie Jaya Pasca Gempa

Pasca gempa bumi yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Desember 2016 lalu, pelayanan air bersih kepada masyarakat di kabupaten tersebut sempat lumpuh. Untuk membantu meringankan beban para tukang ledeng Pide Jaya pasca gempa, PDAM Tirtanadi ikut mengulurkan tangannya. 

Bantuan yang diberikan PDAM Tirtanadi berupa asesoris perpipaan untuk perbaikan jaringan perpipaan yang mengalami kerusakan. Penandatanganan berita acara serah terima bantuan dilakukan Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Tauhid Ichyar dan Direktur PDAM Kabupaten Pidie Jaya Syamsul Bahri di Kantor Cabang Meureudu, Pidie Jaya, Kamis, 9 Maret 2017.

“Kita sangat prihatin, setelah tiga bulan berlalu pelayanan air bersih di Pidie Jaya belum juga pulih. Lalu kita mengirimkan tim untuk mengiventarisir kebutuhan mendesak yang dibutuhkan PDAM Pidie Jaya. Sekarang kami di sini untuk menyerahkan bantuan berupa asesoris perpipaan yang dibutuhkan,” kata Tauhid Ichyar.

Direktur PDAM Pidie Jaya Syamsul Bahri mengaku terharu dan sangat berterima kasih kepada PDAM Tirtanadi yang begitu peduli membantu PDAM Pide Jaya. “Kami tidak tahu lagi harus minta bantuan kemana. Alhamdulilah PDAM Tirtanadi mengantarkan bantuan asesoris perpipaan yang sangat kami butuhkan untuk penanggulangan kebocoran jaringan pipa di Pidie Jaya,” katanya.

Tiga bulan tidak gajian

Syamsul menuturkan, pasca gempa bumi yang terjadi tiga bulan lalu, hampir semua jaringan perpipaan PDAM baik di Cabang Meuredu, Cabang Ulim dan Cabang Pante Raja rusak berat. Pihaknya kesulitan melakukan upaya perbaikan karena tidak adanya material yang dibutuhkan untuk perbaikan kerusakan pipa dan sebagian kebocoran tidak dapat terdeteksi karena  airnya tidak meluap namun masuk ke dalam retakan tanah.

Akibat terganggunya operasional pendistribusian air PDAM Pidie Jaya, hampir tiga bulan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini tentu saja berdampak pada penerimaan pendapatan. “Akibat terganggunya operasional sudah tiga bulan kami tidak gajian,” aku Syamsul Bahri dengan nada sedih.

Syamsul berharap seluruh stakeholder, baik dari internal Pemkab Pidie Jaya maupun dari pihak eksternal seperti Kementerian PUPR, DPP PERPAMSI, dan sesama PDAM dapat tergerak hatinya untuk membantu PDAM Pidie Jaya karena terganggunya operasional PDAM sangat berdampak langsung kepada masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya. (Zaman/ Asisten I Sekretaris PDAM) 

Comments

Berita Lainnya: