PDAM Temanggung Maju dengan Komitmen Kepemimpinan

PDAM Temanggung Maju dengan Komitmen Kepemimpinan

PDAM Tirta Agung Kabupaten Temanggung berhasil meraup sejumlah penghargaan terkait penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Salah satu kunci dari keberhsilan tersebut adalah adanya komitmen kepemimpinan mulai dari direksi, dewan pengawas dan pemilik (bupati).

Sebagai perusahaan yang terus mencatat prestasi demi prestasi, kesuksesan PDAM Tirta Agung tentu tidak terlepas dari faktor kepemimpinan. Yang terbaru, PDAM yang dipimpin direktur saat ini, Suparto Edi Sucahyo, berhasil meraih predikat “Best of the Best in BUMD Industry” dan “Best of Social Impact in BUMD Industry” dari Tempo Media Grup. Sebelumnya, Tirta Agung dinobatkan sebagai PDAM dengan kinerja terbaik di Indonesia versi BPPSPAM.

Diakui S. Edi Sucahyo, dalam menjalankan tugasnya hampir selama tujuh tahun, ia berkomitmen memajukan perusahaan melalui berbagai upaya yang telah dilakukannya yakni memberi ketauladanan kepada karyawan akan arti penting kerja keras untuk memajukan perusahaan, dimana ketika perusahaan maju dan berkembang tentunya berbanding lurus dengan pendapatan yang akan diterima oleh para karyawan.

“Saya juga tekankan kepada karyawan untuk berani mengambil resiko dengan mempertimbangkan dampak yang akan timbul baik positif maupun negatif. Namun juga senantiasa mengingatkan para karyawan untuk saling bekerja sama dalam menjalankan tugas mengingat setiap tugas yang diberikan tentunya saling berkesinambungan,” katanya.

Sebagai direktur, S. Edi Sucahyo meyakini sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aset penting bagi perusahaan. Namun demikian, ia tetap memperhatikan aspek efisiensi dalam mendayagunakan pegawai. Saat ini Tirta Agung memiliki  95 pegawai dan jumlah pelanggan yang dilayani sebesar 35.284 sambungan yang menghasilkan rasio 2:6 : 1000. Artinya untuk melayani 1.000 pelanggan dapat dikerjakan kurang dari 3 orang pegawai.

Di samping menumbuhkan dan menguatkan aspek-aspek internal (budaya perusahaan dan kemandirian SDM) dangan nilai-nilai GCG, Tirta Agung juga tidak melupakan pencapaian tujuan secara eksternal atau social impact. Terutama bila mengingat saat ini banyak terjadi kerusakan lingkungan akibat aktifitas manusia yang kurang bertanggung jawab. Kerusakan lingkungan, terutama terjadi di daerah tangkapan air, tentu akan berimbas pada kelangsungan bisnis PDAM.

Melihat kondisi seperti itu, PDAM Tirta Agung secara nyata turut berpartisipasi dalam upaya memulihkan kerusakan lingkungan, salah satu bentuknya dengan membentuk tim pelestari alam yang dipimpin langsung oleh Kabag Teknik Agus Riyanto. Selama hampir 9 tahun sejak dibentuk, Tirta Agung telah menanam sebanyak 243.821 bibit yang tersebar di hampir seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Temanggung.

Dikatakan S. Edi Sucahyo, pengembangan strategi organisasi PDAM Tirta Agung diarahkan kepada suatu proses, pendekatan dan metode yang berujung pada sebuah organisasi ke arah yang lebih baik. Dengan penerapan nilai-nilai, budaya perusahaan, ide-ide baru pengembangan pasar dan sebagainya, diyakini akan membawa PDAM berkembang ke arah yang positif dan maju. Implementasi dari pengembangan strategi ini tertuang dalam Corporate Plan PDAM Tirta Agung 2014-2018. (Red)

Comments

Berita Lainnya: