PDAM Bandarmasih Raih Dua Penghargaan Bidang TI

PDAM Bandarmasih Raih Dua Penghargaan Bidang TI

Sejumlah PDAM yakni PDAM Bandarmasih, PDAM Kota Malang, PDAM Kabupaten Kutai Kartanegara, dan PT Aetra Air Jakarta meraih anugerah TOP IT & TELCO 2016. Khusus PDAM Bandarmasih meraih dua penghargaan sekaligus.

PDAM Bandarmasih meraih dua penghargaan dalam ajang TOP IT & TELCO 2016. Dua penghargaan tersebut yakni  TOP IT Improvement 2016 dan TOP ICT Leadership 2016 untuk Dirut PDAM Bandarmasih, Muslih. Penghargan diserahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Balai Kartini Jakarta, Rabu (24/11).

Penghargaan diberikan berkenaan dengan penggunaan teknologi informasi (TI) di perusahaan. PDAM Bandarmasih bersama tiga PDAM lainnya dinilai memiliki inovasi terkait pemanfaatan TI. Sedangkan, penghargaan bagi Muslih diberikan karena dedikasinya dalam mendorong inovasi pada perusahaan yang ia pimpin untuk penerapan TI. “Kita memang serius membangun IT sejak 2003 dan saat ini kita sudah memiliki Data Center,” ungkap Muslih saat ditemui seusai menerima penghargaan.

Menurut Muslih, dalam rangka meningkatkan daya saing dan memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, pihaknya melakukan transformasi sistem pelayanan pelanggan menggunakan data tunggal geospatial mulai dari kegiatan pengambilan air baku, pengolahan air, distribusi, pelayanan pelanggan dan kegiatan operasional perusahaan lainnya dari hulu sampai ke hilir. Berbekal sumber daya yang dimiliki tersebut, pihaknya bahkan dipercaya Pemko Banjarmasin untuk menjadikan Kota Banjarmasin sebagai ‘smart city’.

Ditambahkan Zulbadi, Manajer TI PDAM Bandarmasih, di tahun 2011 PDAM membuat foto udara wilayah pelayanan dengan tujuan memudahkan pengelolaan data pelanggan dan pengelolaan aset PDAM berupa jaringan perpipaan dan data pelanggan, berikutnya dilakukan proses survei yang terdiri dari survei jaringan perpipaan, survei landbase dan bangunan, serta survei data pelanggan. Hasil survei digambarkan dan didigitasi di program aplikasi pemetaan dan diintegrasikan dengan sistem informasi manajemen PDAM yang disebut SIMPDAM.

“Untuk proses otomasi produksi PDAM sudah menggunakan PLC-SCADA, teknologi ini berfungsi untuk kontrol dan monitor semua kegiatan produksi dan distribusi mulai dari pengambilan air baku, proses pengolahan dan proses pendistibusian. Program ini terintegrasi dengan meter loger di masing-masing DMA untuk memudahkan dalam proses perhitungan tingkat kehilangan air,” jelas Zulbadi.

Di tahun 2016 PDAM juga membangun program aplikasi Android yang berfungsi untuk memudahkan semua kegiatan operasional lapangan mulai dari realisasi pasang baru pelanggan, meter air (tera, test, ganti dan meter tipikal), penutupan dan pembukaan meter air, transmisi dan distribusi, pemeliharaan mekanikal elektrikal dan pemeliharaan bangunan,  survei, monitoring progres pekerjaan konstruksi, informasi manajemen, android BASTB dan realisasi terima barang di gudang, serta android pengiriman air menggunakan mobil tangki.

Untuk mengamankan semua kegiatan TI mulai dari fungsi Data Center sampai ke Disaster Recovery Center, di tahun 2016 PDAM Bandarmasih menerapkan ISO 27001:2013 yaitu Sistem Manajamen Keamanan Informasi (SMKI) meliputi kebijakan keamanan informasi, manajemen kelangsungan bisnis (BCP), kebijakan pemetaan peran dan fungsi IT, business impact analysis (BIA) dan manajemen resiko. (AZ)

Comments

Berita Lainnya: