PDAM Kabupaten Magelang Berbagi Pengalaman Kualitas Air dan Efisiensi Energi

PDAM Kabupaten Magelang Berbagi Pengalaman Kualitas Air dan Efisiensi Energi

PDAM Tirta Gemilang mengundang para tukang ledeng di Jawa tengah untuk berbagi pengalaman keberhasilan meningkatkan kualitas air dan efisiensi energi. Bertempat di salah satu resort di Kota Magelang, acara dengan kosep diskusi tersebut memberi banyak ilmu dan manfaat bagi peserta.

Hawa sejuk Kota Magelang serta letak resort yang berdekatan dengan Sungai Progo membuat sekitar 50 peserta dari berbagai PDAM di Jawa Tengah betah mengikuti acara pelaithan selama dua hari, 16-17 November lalu. Peserta yang kebanyakan dari bagian produksi dan perencanaan ini saling berdiskusi dan  bertukar pikiran tentang bagaimana peningkatan kualitas air dan juga efisiensi energi dengan teknologi baru.

Tema kualitas air dan efisiensi sengaja diangkat oleh PDAM Tirta Gemilang karena dua hal ini penting dan berpengaruh terhadap kinerja PDAM.  Selaku tuan rumah, Direktur Utama PDAM Tirta Gemilang Kabupaten Magelang Hari Purnomo melihat dua isu tersebut perlu diperhatikan PDAM karena menjadi bagian dari penilaian audit BPKP dan BPK. Jika kualitas air jelek dan tidak sesuai dengan standar dari permenkes maka akan berpengaruh terhadap kinerja PDAM. Begitu pula jika energi yang dipakai PDAM tidak efisien akan menimbulkan biaya tinggi dan berpengaruh kepada sehat-tidaknya PDAM.

 “Dalam acara ini saya harap kita bisa sharing kedua hal tersebut dengan teman-teman PDAM Jawa Tengah sekaligus silaturahmi. Jika ada yang positif bisa dicontoh dan diaplikasikan. Ide acara ini murni dari kita sendiri,” kata Hari ketika ditemui MAM setelah membuka acara.

Dalam kesempatan tersebut, Hari menjelaskan bagaimana PDAM Tirta Gemilang berhasil mengefisienkan energi dengan teknologi inverter. Menurut Hari, teknologi ini sengaja dipilih karena bisa mengontrol putaran pompa sesuai kebutuhan. Selain itu, debit air juga bisa terkontrol sehingga air tidak terbuang percuma. Dengan pengatur tekanan otomatis, teknologi ini juga bisa mengurangi human error sehingga lebih efisien.

Peserta terlihat cukup antusias dalam pelatihan yang didukung oleh PT Intikaliasin dan Danfoss tersebut. Berbagai hal teknis, serta perbedaan karakter PDAM di Jawa Tengah menjadi bahan diskusi menarik selama  pelatihan berlangsung.  Selain diskusi, acara pelatihan juga diisi dengan kunjungan lapangan ke salah satu sumber mata air milk PDAM Kabupaten Magelang di daerah Gending.  

Peserta menilai acara ini banyak manfaat karena bisa melihat secara langsung teknologi yang digunakan. Selain itu, peserta juga berharap pelatihan seperti ini bisa rutin diadakan untuk menambah wawasan. “Paling tidak kita jadi tahu manfaaat inverter itu seperti apa setelah melihat langsung di lapangan,” kata Evi, Staf Perencanaan PDAM Kabupaten Klaten.

Safan, Kepala Bagian Produksi PDAM Cilacap juga menilai acara ini menambah wawasan dan ilmu. Hanya saja menurut Safan, tantangan yang dihadapi oleh PDAM berbeda-beda. “Kalau di Cilacap itu air baku susah harus sumur dalam pengolahan lengkap. Beda dengan Magelang yang melimpah air bakunya. Tapi dengan adanya acara seperti ini kita bisa saling mengetahui tantangan setiap PDAM,” katanya.

Suyitno, Kabag AMDK PDAM Purbalingga mengaku mendapat wawasan tentang teknologi peningkatan kualitas air seperti penggunaan gas klorin, sinar UV serta ozone. “Kebetulan saya sedang mengembangkan untuk air minum dalam kemasan. Sepertinya teknologi UV dan ozone yang paling tepat,” kata Suyitno. Secara keluruhan peserta pelatihan merasa mendapat banyak manfaat dari pelatihan ini. Peserta juga berharap acara seperti ini bisa rutin diselenggarakan dan yang terpenting lagi bebas biaya. (Dvt)

Comments

Berita Lainnya: