PERPAMSI dan Asosiasi Air Australia Jalin Kerja Sama

PERPAMSI dan Asosiasi Air Australia Jalin Kerja Sama

PERPAMSI dan Australian Water Association (AWA) menandatangani kerja sama untuk meningkatkan hubungan antara kedua asosiasi. Penandatanganan kerja sama  dilakukan oleh Ketua Umum PERPAMSI Rudie Kusmayadi dengan CEO AWA Jonathan McKeown di sela-sela seminar Water Loss Asia 2016 di Jakarta, 6 September 2016.

Sesuai dengan memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani kedua belah pihak, kerja sama yang dilakukan meliputi berbagai bidang, diantaranya pendidikan dan pelatihan, perdagangan dan bisnis matching,  serta kolaborasi antar kedua asosiasi. Di bidang pendidikan, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan anggota. Beberapa kegiatan yang rencannya akan dilakukan seperti pertukaran personil, pengembangan profesional muda, serta berbagai peluang pelatihan dari pemerintah negara masing-masing negara.

Di bidang perdagangan, kedua asosiasi sepakat untuk berbagi informasi dan peluang usaha di masing-masing negara, serta perkenalan bisnis yang saling menguntungkan kepada masing-masing organisasi. Untuk mempererat bidang ini, PERPAMSI dan AWA juga sepakat untuk membuat edisi digital yang menyediakan jurnal masing-masing. Selain itu, kedua asosiasi juga akan saling mendukung dalam kegiatan seminar, lokakarya dan konferensi internasional.

Ketua Umum PERPAMSI Rudie Kusmayadi mengatakan, kerja sama ini akan lebih ditekankan untuk penguatan institusi PERPAMSI. Kedua belah pihak akan mencari peluang untuk interaksi dan pertukaran dua organisasi di tingkat perwakilan dan praktisi senior, melalui kehadiran di acara masing-masing. “Pada prinsipnya adalah kolaborasi kedua asosiasi agar dapat bekerja sama secara kolektif sehingga memberikan hasil lebih baik untuk institusi dan masing-masing anggota,” kata Rudie.

CEO AWA Jonathan McKeown menyambut baik kerja sama yang dilakukan dengan PERPAMSI. Menurutnya, dengan anggota AWA yang terdiri dari 4500 lebih individu profesional, 600 lebih perusahaan, kontraktor maupun kosultan di bidang air, serta 100 lebih perusahaan air (PDAM) yang telah melayani 20 juta pelanggan akan bisa membantu Indonesia dalam pengembangan di sektor air.

Menurut Jonathan, Indonesia dan Australia memiliki tantangan yang sama dalam memberikan akses air minum yang aman dan bekelanjutan. Tantangan berat ke depan adalah soal pesatnya pertumbuhan penduduk dan juga perubahan iklim.

Dalam kerja sama ini, Australia menawarkan teknologi baru, kemampuan, kerja sama serta investasi untuk membantu dan berbagi dalam pengembangan air minum bagi kedua negara. “Saya harap kerja sama ini bisa memberikan manfaat besar bagi Australia maupun Indonesia dalam menyediakan air minum bagi masyarakat,” kata Jonathan ketika memberikan sambutan usai penandatanganan MoU. (Dvt)

Comments

Berita Lainnya: