PDAM Kota Pasuruan Dipimpin Nakhoda Baru

PDAM Kota Pasuruan Dipimpin Nakhoda Baru

PDAM Kota Pasuruan dipimpin nakhoda baru. Ia adalah Robert Balbut, sosok yang sudah tidak asing di PERPAMSI DPD Jawa Timur. Mantan Direktur PDAM Kabupaten Sampang ini menggantikan direktur sebelumnya yang purna tugas, Sugeng Pratikno.

Pelantikan Robert sebagai Direktur PDAM Kota Pasuruan masa bakti 2016-2020, dilakukan Wali Kota Pasuruan H. Setiyono, M.Si., tanggal 11 Agustus 2016.

Proses seleksi sendiri berjalan cukup mulus. Seleksi diikuti 14 peserta dimana 9 orang lolos administrasi. Dari 9 orang tersebut, 7 peserta berasal dari internal PDAM. Pada tahap pertama tersaring empat besar, kemudian fit and proper test program kerja (dilakukan terbuka) terpilih satu kandidat direktur hingga pelantikan.

Serangkaian proses seleksi dilakukan bekerja sama dengan Universitas Erlangga Surabaya. Peserta diberondong dengan beberapa pertanyaan sekaligus program kerja. Keseriusan proses fit and proper diterlihat dari antusias penguji, termasuk Wali Kota Pasuruan yang mengajukan lima pertanyaan. Setelah melalui serangkaian seleksi dan rekam jejak, akhirnya Robert Balbut dilantik sebagai nakhoda baru PDAM Kota Pasuruan.

“Program yang saya tawarkan ketika mengikuti uji fit and proper test adalah perluasan cakupan pelayanan dan penekanan NRW, kemudahan pelayanan dari sisi pembayaran, sambung baru, pengaduan dll., serta program Zona Siap Minum atau orang Pasuruan akan mandi dengan air setara air minum kemasan,” ujar Robert menjawab kuesioner MAM, belum lama ini.

Di awal kepemimpinannya, Robert fokus pada beberapa program yakni pembinaan karyawan, kontinuitas pelayanan (every time) dengan tekanan minimal 5 bar, program discount 50 persen sambungan baru, dan mempercepat program Umbulan  (SPAM Regional). “Ini juga menjadi harapan Pak Wali kepada PDAM yakni pelayanan tanpa kendala,  proses pengaduan cepat, pemerataan pelayanan meningkat minimal 4 persen per tahun dan peningkatan PAD,” imbuhnya.

Menurut Robert, beberapa permasalahan atau lebih tepat tantangan yang harus diselesaikan di PDAM Kota Pasuruan yakni infrastruktur yang sudah uzur alias masih banyak pipa warisan Belanda (dibangun 1917) yang masih digunakan. Kemudian jaringan laba-laba (pipa saling terkonek), air tanah mudah (sumur tradisional) sehingga perlu strategi khusus untuk meningkatkan pelanggan dan mempertahankannya. “Kendala lainnya infrastruktur belum 100 persen di wilayah administratif,” bebernya.

Dengan jumlah penduduk sekitar 194 ribu, PDAM Kota Pasuruan saat ini memiliki sekitar 19.000 sambungan langganan atau 66 persen cakupan pelayanan. Jumlah karyawan 101 orang, tarif rata-rata Rp 3.954, HPP rata-rata Rp 3,233, efisiensi penagihan mencapai 95 persen, dan kebocoran (NRW) di angka 29,57 persen. Kondisi perusahaan berdasarkan Audit BPKP 2015  kategori Sehat dan Audit Kinerja BPPSPAM tahun 2015 status Sehat. (AZ)

Comments

Berita Lainnya: