PDAM Kabupaten Bandung Menuju 100 Ribu Pelanggan

PDAM Kabupaten Bandung  Menuju 100 Ribu Pelanggan

Kamis, 31 Maret 2016 adalah hari bersejarah bagi  PDAM Tirta Raharja. Setelah sekian tahun tertunda, akhirnya tanggal 31 Maret resmi dideklarasikan sebagai hari jadi PDAM. Puncak peringatan HUT PDAM yang ke 39 dilaksanakan di Gor Sabilulungan Soreang Kabupaten Bandung, (31/3) yang dihadiri oleh Bupati Bandung Dadang M. Nasser dan juga para direksi PDAM di sekitar Kabupaten Bandung. Tema yang diangkat PDAM adalah Spirit Sabilulungan “Love water for our better life”.

Dalam acara puncak tersebut, Dirut PDAM Rudie Kusmayadie mengajak semua karyawan untuk bekerja keras mewujudkan transformasi PDAM dari  tipe D menuju ke tipe E (jumlah pelanggan di atas 100.000 SR) pada akhir 2018 nanti. Tipe ini merupakan tipe terbesar dari PDAM dan baru 17 PDAM bisa mencapainya. Saat ini, sampai dengan akhir tahun 2015,  jumlah sambungan PDAM tercatat sudah mencapai 82.251 SR.

“Sesuai dengan corporate plan kita pada akhir 2018 atau awal 2019 kita sudah berubah dari tipe D menjadi tipe E. Belum banyak PDAM Kabupaten yang bisa mencapai itu kebanyakan adalah ibukota provinsi. Untuk itu saya minta dukungan bupati, dewan pengawas dan seluruh karyawan PDAM,” kata Rudie.

Untuk mencapai hal itu, PDAM telah menetapkan beberapa program prioritas,  yaitu pembangunan SPAM Gambung yang dapat menambah 40 ribu SR untuk pelayanan di Kaupaten Bandung dan Kota Cimahi. Selain itu juga akan dibangun SPAM Kertasari yang dapat menambah 40 ribu SR dengan total kapasitas 800 liter per detik.

"Dalam satu dua tahun kedepan akan menjadi tugas berat bagi seluruh karyawan. Ini akan menjadi kenang-kenangan dan prestasi kita untuk dapat migrasi dari tipe D ke tipe E,” pesan Rudie kepada seluruh jajaran PDAM.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bandung Dadang M. Nasser menyambut baik dan mendukung rencana PDAM Tirtaraharja untuk bermigrasi.  Saat ini, kata Dadang, cakupan layanan air minum kabupaten memang sudah diatas rata-rata nasional, yaitu 76 persen, 23 persen dari perpipaan , sisanya non perpipaan. Meskipun demikian, perkembangan kota dan masyarakat kedepan akan semakin pesat seiring pembangunan infrastruktur jalan.

Untuk mendukung hal tersebut, lanjut Dadang, ia  yakin dengan keberadaan sumber air baku yang melimpah di Kabupaten Bandung. Selain itu, di APBD tahun 2016 ini Pemkab Bandung juga memberikan penyertaan modal ke PDAM sebesar Rp 5 miliar untuk pengembangan.

"Saya sangat bangga dengan prestasi dan capaian-capaian yang telah diraih dan terus ditingkatkan oleh PDAM. Untuk itu PDAM harus terus naik kelas jangan sampai turun kelas. Saya percaya PDAM Tirtaraharja bisa melakukannya,” kata Dadang. (Dvt)

Comments

Berita Lainnya: