DAPENMA Masuk Tujuh Besar Dana Pensiun

DAPENMA Masuk Tujuh Besar Dana Pensiun

Dana Pensiun Bersama Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh Indonesia (Dapenma Pamsi) memasuki usia perak pada 25 Februari 2016 lalu. Syukuran meriah diselenggarakan dengan mengundang  seluruh anggota yang bertempat di Hotel Kempinski Jakarta, Selasa (15/3).

Penampilan komika Abdurrahim Arsyad, jebolan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Season 4 di KompasTV, mengocok perut hadirin yang sebagian besar adalah para direksi PDAM, di perayaan HUT Ke-25 Dapenma Pamsi. Suasana makin meriah ketika pedangdut Ayu Ting Ting membuat para hadirin bergoyang lewat beberapa tembang andalannya. Acara HUT Dapenma Pamsi kali ini memang dibuat “wah” sebagai wujud syukur atas sejumlah capaian Dapenma Pamsi hingga mencapai usia seperempat abad.

Selama 25 tahun berdiri, kinerja Dapenma Pamsi bisa dibilang cukup moncer. Dalam lima tahun terakhir, total aset mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari sebelumnya sebesar Rp 1,3 triliun di 2010 menjadi Rp 3,3 triliun hingga akhir 2015. Tahun 2015 lalu saja, meski ekonomi tengah lesu, Dapenma Pamsi berhasil membukukan laba  investasi sebesar Rp 224 miliar. Bahkan, akumulasi hasil investasi jauh lebih besar dibanding pengeluaran untuk operasional dan pembayaran manfaat pensiun.

 “Atas capaian tersebut Dapenma Pamsi menempati peringkat ketujuh pengelola dana pensiun terbesar di bawah PT Telkom dan Bank Indonesia,” kata Sularno, Direktur Utama Dapema Pamsi saat memberi sambutan HUT Ke-25 Dapenma Pamsi.

Di hadapan para peserta dan pemberi kerja (PDAM), dewan pengawas, dan penasehat, Sularno yang sudah 10 tahun lebih menjadi direksi bercerita berbagai dinamikan dan persolan yang dihadapi Dapenma Pamsi.  Menurutnya, mengelola dana pensiun dengan jumlah 310 PDAM dan 50 ribu lebih peserta tidaklah mudah. Beda dengan perusahaan lain yang hanya dimiliki maupun berurusan dengan satu direksi, Dapenma Pamsi harus berurusan dengan 310 direksi PDAM selaku pemilik.  “Dapenma ini kepalanya banyak,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Sularno, pihaknya juga sering berurusan dengan peserta pensiun yang diakibatkan oleh permasalahan internal PDAM seperti  pergantian direksi, iuran yang tidak tercatat dan sebagainya. Meski demikian, Sularno dan jajarannya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta dan anggota. “Selama ini mekanisme pembayaran pensiun secara umum tidak  ada masalah. Jikalau belum dibayar itu karena iuran yang tertunda. Saya harap di usia ke-25 ini Dapenma bisa lebih dewasa dan iuran semakin lancar,” katanya.

Ke depan, Dapenma Pamsi bertekad terus meningkatkan pendapatan dari investasi yang sudah dilakukan. Sesuai dengan arahan dari OJK, investasi besar akan ditempatkan di deposito, surat berharga dan obligasi negara. Sularno juga menekankan pentingnya dana pensiun sebagai jaminan hari tua para tukang ledeng dan agar tidak membebani anak cucu.

 

22 PDAM Menunggak

Meski berkinerja moncer, masih terdapat permasalahan utama yang harus segera diselesaikan terkait dengan tunggakan iuran pensiun. Setidaknya, terdapat 22 PDAM yang saat ini belum memenuhi kewajibanya karena mengalami kesulitan keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu Anggota Dewan Pengawas Dapenma Pamsi yang juga Wakil Ketua Umum/Sekretaris Umum PERPAMSI Muslih, mengingatkan kepada anggota yang belum membayar iuran agar segera membayar. Pasalnya, Dapenma Pamsi saat ini sudah dalam pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Jika masih tidak membayar, maka akan dikeluarkan dari anggota Dapenma Pamsi,” tegas Muslih.

Sesuai dengan aturan dari OJK, jika dalam batas waktu yang ditentukan anggota tidak membayar iuran maka akan mendapat sanksi.  Selama ini, Dapenma  Pamsi telah memberlakukan sanksi masa penangguhan kepesertaan selama satu tahun bagi PDAM yang memiliki tunggakan iuran setara dua tahun kewajiban jatuh tempo atau lebih dengan tujuan agar PDAM dapat menyelesaikan tunggakan iuran dari tahun sebelumya.

Selain itu, Dapenma Pamsi akan melakukan moratorium kenaikan PhDP bagi PDAM yang masih memiliki tunggakan iuran. “Utang iuran ini bukan utang PDAM ke Dapenma melainkan utan PDAM ke pegawainya sendiri. Untuk itu agar bisa segera diselesaikan oleh masing-masing PDAM,” harap Muslih. (Dvt)

Comments

Berita Lainnya: