Klinik Penyehatan PERPAMSI di Bumi Siwa Lima

Klinik Penyehatan PERPAMSI di Bumi Siwa Lima

Setelah sukses menggelar Lokakarya Peningkatan Kinerja PDAM Tahap 1 di Kota Ambon, 30 November hingga 4 Desember 2015, PERPAMSI dan IUWASH kembali menggelar Lokakarya Peningkatan Kinerja PDAM Tahap 2, yang digelar di Kota Ambon, 22 hingga 25 Februari 2015.

Lokakarya tahap kedua dihadiri Wakil Ketua Umum PERPAMSI Muslih, perwakilan IUWASH Purwoko Hadi, Wakil Ketua PERPAMSI DPD Maluku Alfons Tetelepta dan Ketua PERPAMSI DPD Maluku Utara Syaiful Djafar. Direktur Eksekutif PERPAMSI Ashari Mardiono juga ikut hadir dan memberikan sumbangan pemikirannya.

Lokakarya tahap kedua adalah penyempurnaan atau evaluasi lokakarya di tahap pertama. Beberapa rancangan (draft) program masing-masing peserta/PDAM yang belum sempurna akan lebih disempurnakan sehingga bisa menjadi program yang dapat direalisasikan oleh PDAM peserta.

 Peserta lokarya adalah anggota PERPAMSI DPD Maluku dan PERPAMSI DPD Maluku Utara yang sudah mengikuti lokakarya di tahap pertama yaitu PDAM Kota Ambon, PDAM Kabupaten Maluku Tengah, PDAM Kabupaten Maluku Tenggara, PDAM Kabupaten Maluku Tenggara Barat (DPD Maluku). Serta, PDAM Kota Ternate, PDAM Kabupaten Halmahera Selatan dan PDAM Kabupaten Halmahera Barat (DPD Maluku Utara).

Berbeda dengan lokakarya tahap pertama, pada lokakarya kedua, selain peserta PDAM, juga diikuti dewan pengawas PDAM, pejabat dari bappeda masing-masing daerah, dan perwakilan Satker PKAM Provinsi Maluku dan Satker PKPAM Provinsi Maluku Utara. Tujuannya agar ada kesepahaman dan harmonisasi program yang sudah direncanakan dan akan dijalankan PDAM ke depan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum PERPAMSI Muslih menekankan perlunya keberanian pihak PDAM dalam melakukan pendekatan kepada pihak pemda. Pendekatan untuk menyamakan visi dan persepsi diperlukan agar PDAM mendapat bantuan dan dukungan yang stabil bagi pengembangan pelayanan air minum. “Tidak mungkin PDAM bisa maju dan berkembang tanpa bantuan yang kuat dari pemda setempat,” ujarnya.

Sementara Purwoko Hadi menjabarkan mengenai syarat utama sebuah PDAM bisa berkembang. Menurutnya, untuk berkembang PDAM harus sehat terlebih dahulu. Setelah itu, baru berpikir untuk berkembang, dengan kata lain tidak mungkin berpikir bersamaan untuk sehat dan berkembang. “Sehat dulu baru berkembang,” katanya.

Wakil dari salah satu peserta, Syaiful Djafar, tak lupa mengungkapkan apresiasinya terhadap program dari PERPAMSI dan IUWASH. ”Kami sangat menyambut baik kegiatan ini terlebih kegiatan ini didukung oleh bappeda dan dewan pengawas. Harapan kami bantuan dari PERPAMSI dan IUWASH dapat terus berlanjut, khususnya bagi PDAM di wilayah timur yang mempunyai kondisi daratan yang berbeda dengan wilayah Barat, yang tentunya diperlukan ramuan khusus untuk memajukan PDAM,” harap Direktur PDAM Kota Ternate. (Pras)

Comments

Berita Lainnya: