Ashari Mardiono Direks PERPAMSI Baru

Ashari Mardiono Direks PERPAMSI Baru

Meski baru bertugas, Ashari Mardiono sudah luar dalam mengenal PDAM maupun PERPAMSI. Mantan dirut PDAM Surabaya ini sudah berkecimpung di dunia tukang ledeng lebih dari 30 tahun. Sebagai Direks, tugas pencapaian 10 juta sambungan sudah menanti.

Mulai 11 Februari, Ashari Mardiono resmi menjabat sebagai Direktur Eksekutif PERPAMSI baru menggantikan Subekti. Cukup mendadak, mengingat Direks sebelumnya, Subekti,  diminta bantuan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Kumala mengurusi air limbah DKI Jakarta sebagai direktur.  Tidak bisa ditolak, DPP pun memutuskan menunjuk Ashari , yang kebetulan telah pensiun sebagai Dirut PDAM Surabaya untuk menjalankan sekretariat PERPAMSI.

“Bekerja di dunia air minum ini merupakan amanah. Jika kita bisa memberikan akses air minum yang merupakan kebutuhan dasar kepada masyarakat maka pahalanya besar sekali. Ini merupakan pengabdian saya di PERPAMSI,” kata Ashari ketika rapat koordinasi bersama karyawan Sekretariat PERPAMSI, Kamis 18 Februari 2016.  

 Sebagai Direks baru, Ashari menekankan tiga hal untuk diselesaikan. Pertama,  menuntaskan persoalan-persolan PDAM. Hal ini terutama terkiat dengan berbagai regulasi yang saat ini masih dalam proses pembahasan. Diantaranya, RPP BUMD, Permendagri No. 2 Tahun 2007 tentang organ dan kepegawaian dan Permendagri No 23 Tahun 2006 tentang struktur tarif PDAM. Dalam hal ini, PERPAMSI akan terus mengawal, memberi masukan dan juga ikut mengajukan draf revisi maupuan usulan untuk beleid yang akan dibuat.

Kedua, lanjut Ashari, PERPAMSI tetap akan fokus pada program penyehatan PDAM. Masih banyaknya anggota yang belum sehat menjadi tantangan asosiasi untuk membantu baik dalam bentuk program penguatan kapasitas SDM maupun lembaga. Program yang ada, seperti kemitraan, pendampingan, maupuan magang akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Program yang sudah ada akan terus berlanjut hanya mungkin sedikit di adjust sesuai kebutuhan. Yang penting fasilitasi kita lebih untuk menjawab kebutuhan PDAM, tidak sekedar memenuhi keinginan,” katanya.

Ketiga, percepatan dalam rangka program 10 juta sambungan. Untuk mencapai hal itu, kata Ashari, butuh akselerasi yang dilakukan setiap PDAM di Indonesia. Mengingat, dalam satu tahun paling tidak harus ada 2,5 juta sambungan baru terpasang

Kewajiban PERPAMSI, lanjut Ashari,  adalah untuk mengidentifikasi PDAM mana saja yang butuh didorong, dipercepat maupuan dibantu dalam rangka mencapai 10 juta sambungan. Selain itu, PERPAMSI juga akan membantu membuat road map 10 juta sambungan dan aktif terlibat berkoordinasi dengan pemerintah.

“Sebagai asosiasi, PERPAMSI ini adalah titik ungkit bagi anggotanya. Saya beserta jajaran sekretariat akan bahu-membahu kalau perlu berlari untuk akeselerasi dalam rangka 10 juta sambungan,” kata Ashari. (Danang)

Comments

Berita Lainnya: