PDAM Kota Samarinda Temui Pelanggan dengan Jalan Santai

PDAM Kota Samarinda Temui Pelanggan dengan Jalan Santai

Sebagai bentuk implementasi awal program 4 M yakni Mengunjungi, Menyapa, Mendengarkan dan Menindaklanjuti, jajaran manajemen PDAM Tirta Kencana melaksanakan jalan santai di salah satu ruas jalan warga di wilayah Palaran, penghujung Januari 206 lalu. Kegiatan ini dipimpin Direktur Umum dan Keuangan PDAM Tirta Kencana Yusriansyah, dan Direktur Teknik Said Abdul Hamid. Beberapa kepala bagian dan kepala unit ikut mendampingi mereka.

Dalam kegiatan jalan santai dan kunjungan ke rumah warga/pelanggan yang dilakukan secara acak tersebut, para manajemen PDAM Tirta Kencana didampingi para pejabat terkait yakni Camat Palaran Eko Suprayetno, Lurah Rawa Makmur Ayatullah Kumeini dan beberapa Ketua RT. Kesempatan tersebut tak pelak digunakan warga dan para aparatur menyampaikan aspirasi dan keluhan soal air dalam sesi diskusi di Gedung Serbaguna Kelurahan Rawa Makmur.

“Ini awal kami memulai program 4 M yakni Mengunjungi, Menyapa, Mendengar dan Menindaklanjuti ke rumah pelanggan. Kita jemput bola soal keluhan dan aspirasi pelanggan dan selanjutnya ditindaklanjuti. Karena itu kita ajak bagian terkait jalan bersama ini agar permasalahan di lapangan diketahui dan terus ditindaklajuti,” ujar Yusriansyah saat membuka dialog bersama warga. Hal ini diampaikan dalam siaran pers yang diterima redaksi, baru-baru ini.

Camat Palaran Eko Suprayetno mengapreasi dan menanggapi positif atas inovasi pelayanan yang dilakukan PDAM Tirta Kencana. Ia berharap pencanangan program ini terus ditingkatkan sehingga memberikan kesempatan kepada para ketua RT mewakili warganya untuk menyampaikan keluhan terkait persoalan air bersih. Terlebih, hingga saat ini belum semua warga Palaran bisa menikmati layanan air bersih PDAM.

Ketua RT 11 Kelurahan Rawa Makmur Susilo, menyampaikan empat pertanyaan terkait kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan. “Air di wilayah RT kami kurang lancar, mengalir malam saja bahkan terkadang keruh namun bayarnya banyak dan kalau komplain harus ke pusat,” keluh Susilo.

Menanggapi hal ini, Direktur Teknik Said Abdul Hamid menjawab hal ini diakibatkan IPA Palaran yang kapasitas 20 liter per detik yang sejatinya hanya untuk memenuhi 1.000-2.000 pelanggan, namun saat ini pelanggan sudah mencapai 5.000. Akibatnya, ada wilayah yang alirannya lancar dan ada wilayah yang kurang lancar. Sementara ini, untuk menambah kapasitas, air disuplai dari IPA Gunung Lipan dan dalam distribusinya terhambat oleh jaringan pipa yang masih dalam pembenahan.

Dikatakan, pipa yang sudah terpasang sebelumnya ukurannya kurang sesuai dari besar mengecil sehingga berpengaruh pada tekanan air (kurang lancar di wilayah Palaran). “Sebagai pelayan masyarakat tentunya kami ingin distribusi air bisa mengalir lancar. Kami terus berbenah dengan penanaman pipa jaringan sesuai rencana tinggal tes comisioning di Jembatan Bongkok. Harapan kami segera bisa mensuplai air dari IPA Lipan ke wilayah Palaran dengan lancar,” tutur Said.

Dalam kesempatan tersebut diinformasikan, untuk permasalahan pelaporan dan keluhan saat ini sudah dimaksimalkan di Unit Wilayah Pelayanan 4 yang berkantor di Jalan Hasanudin (samping Kantor Brimob). Di UPW melayani pendaftaran sambungan baru, pengaduan baca meter, pengaduan kebocoran, pembayaran rekening air dan pelaporan pergantian water meter. Sehingga masyarakat pelanggan cukup di UPW saja berurusan masalah air, semua bisa dilayani alias tidak usah lagi harus ke kantor pusat. (AZ)

Comments

Berita Lainnya: