Lokakarya Program Kemitraan Solidaritas 2016

Lokakarya Program Kemitraan Solidaritas 2016

Rapat Kerja Nasional Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Rakernas PERPAMSI) 2016 menghadirkan satu agenda penting bagi tumbuh kembang PDAM, yaitu Lokakarya Program Kemitraan Solidaritas (PKS). Bertempat di Ruang Sidang Grand Wijaya, Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, 21 Januari 2016, lokakarya ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PERPAMSI H. Rudie Kusmayadi.

Dalam sambutannya, Rudie mengapresiasi program yang sudah dijalankan PERPAMSI selama kurun empat tahun terakhir. Menurut Rudie, program ini salah satunya dapat memupuk kepedulian antarsesama insan tukang ledeng untuk dapat maju bersama. “Apalagi dengan target RPJMN yang kita hadapi, maka kita semua butuh perbaikan. Dan program kemitraan ini menjadi salah satu sarananya,” ujar Rudie.

Ketua Departemen Kemitraan DPP PERPAMSI Benny Andrianto yang mendampingi Ketua Umum dalam kesempatan itu memberikan pemaparan mengenai program yang juga lazim disebut program twinning. Sosok yang juga Wakil Presiden Direktur PT Adhya Tirta Batam menjelaskan, inti dari PKS adalah kerja sama dan saling belajar antara dua atau beberapa operator air minum yang dilakukan secara non-profit dengan tujuan membangun kapasitas para pihak. PDAM dengan kinerja sehat menjadi mentor, sedangkan PDAM yang kurang sehat/sakit menjadi resipien (penerima manfaat).

Dimulai sejak 2011, PKS menjadi salah satu program unggulan PERPAMSI yang mendapat apresiasi banyak pihak, seperti Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) salah satunya. Dalam rentang 2014-2015, terdapat sembilan PDAM yang menyediakan diri menjadi mentor. Kesembilan PDAM tersebut adalah PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Tirtanadi Medan, Tirta Musi Palembang, PT Adhya Tirta Batam, PDAM Kabupaten Bandung, PDAM Kota Banjarmasin, PDAM Kota Denpasar, PDAM Kabupaten Badung, dan PDAM Kabupaten Tangerang.

Dalam hal ini, program best practice yang ditawarkan PDAM mentor meliputi banyak hal, sesuai kebutuhan PDAM resipien. Mulai dari pengendalian tingkat kehilangan air (Non Revenue Water/NRW), billing system, pengembangan teknologi informasi (Information Technology/IT), manajemen sumber daya air, penghematan energi (energy saving), penyusunan SOP (Standard Operating Procedure), dan lain-lain.

Selain Direktur Eksekutif PERPAMSI Subekti yang memberikan pemaparan mengenai banyaknya manfaat yang didapat dari PKS, sejumlah peserta PKS juga mempresentasikan pengalaman dan capaian-capaian yang didapat dari program ini. Misalnya, kemitraan antara PDAM Tirta Musi Palembang sebagai mentor dengan PDAM Kota Jambi yang menjadi resipien, atau PDAM Kota Banjarmasin (mentor) dengan PDAM Kabupaten Katingan (resipien), juga PDAM Kabupaten Tangerang yang menjadi mentor untuk PDAM Kabupaten Kebumen, dan lain-lain. Dalam sesi tersebut, dipaparkan proses atau tahapan yang dijalankan kedua belah pihak dalam melaksanakan PKS, hingga capaian-capaian berhasil diraih.

Pada sesi terakhir, PERPAMSI menawarkan Program Kemitraan Solidaritas kepada PDAM-PDAM yang belum berpartisipasi. Hasilnya, untuk sementara terbentuk tiga kemitraan solidaritas yang baru. Ketiganya adalah kemitraan antara PDAM Tirta Musi Kota Palembang sebagai mentor dengan PDAM Kota Padang Panjang sebagai resipien, PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang sebagai mentor dengan PDAM Kota Singkawang sebagai resipien, dan PDAM Giri Menang Kabupaten Lombok Barat sebagai mentor dengan PDAM Kabupaten Buleleng sebagai resipien.

Selain adanya pembicaraan secara lisan, kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Latter of Intent (LoI) di akhir lokakarya. Diharapkan, peserta PKS masih akan bertambah mengingat sejumlah PDAM potensial untuk menjalankan program ini berhalangan hadir. (rswt)

Comments

Berita Lainnya: