Pakistan-Indonesia Berbagi Pengalaman Pengelolaan Air

Pakistan-Indonesia Berbagi Pengalaman Pengelolaan Air

PWON (Asosiasi Air Minum Pakistan) mengunjungi PERPAMSI awal Oktober lalu. Kedatangan mereka ingin melihat lebih jauh pengelolaan air di Indonesia.

Selasa, 6 Oktober lalu, rombongan PWON yang terdiri dari 5 orang berkunjung ke Graha PERPAMSI. Rombongan diterima oleh Ketua Umum Rudie Kusmayadie dan Direktru Eksekutif Subekti dan jajaran sekretariat PERPAMSI.

Kedatangan mereka adalah untuk saling bertukar dan berbagai pengalaman pengelolaan air minum di masing-masing negara. Rombongan PWON yang hadir diantaranya Rao Muhammad Qasim, Muhammad Naeem, Syed Mohsin Nazar didampingi perwakilan dari UN Habitat yaitu Ikram Yaqoob dan Jannat Durrani. Selama tiga hari, beberapa agenda yang akan dilakukan antara lain, diskusi dengan berbagai stakeholder air minum di Indonesia serta berkunjung ke PT Aetra Jakarta.

Ketua Umum Rudie Kusmayadi menyambut baik kedatangan mereka. Sebagai wadah dari PDAM, Rudie mengatakan, saat ini PERPAMSI memiliki 425 anggota. Dari jumlah tersebut, 182 dalam kondisi sehat, 103 kurang sehat dan 73 sakit.

Untuk meningkatkan PDAM yang sakit maupun kurang sehat, PERPAMSI memiliki program kemitraan solidaritas yang bertujuan meningkatkan kapasitas PDAM. “Program ini intinya saling kerjasama antara PDAM sehat dan PDAM kurang sehat dalam berbagai hal,” kata Rudie.

Selain program kemitraan, dikatakan Rudie, PERPAMSI juga memiliki program lain seperti on the job training (magang), kliniki, pendampingan dan berbagai workshop maupun pelatihan untuk meningkatkan kapasitas PDAM.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan dari Pakistan juga mendapat penjelasan dari perwakilan pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR mengenai rencana dan juga target pemerintah dalam bidang air minum dan sanitasi. Salah satunya adalah target 100-0-100, yaitu layanan 100% akses air minum,  0% bebas kumuh dan 100% akses sanitasi. Itu semua harus tercapai hingga tahun 2019 nanti.

Perwakilan dari PWON, Rao Muhammad Qasim sangat senang dapat berbagi ilmu dengan PERPAMSI perihal pengelolaan air minum. Di Pakistasn, kata Rao, kondisi kota baik di Jakarta maupun Karachi tidak jauh berbeda. Untuk air minum, lanjutnya, saat ini sedang ada pilot project pegelolaan air di Provinsi Peshawar yang berpenduduk sekitar 28 juta. Jika pilot project di Peshawar berhasil makan akan diterapkan di enam provinsi lain yang ada di Pakistan.  

“Bedanya kalau di Pakistan air minum, sanitasi dan sampah menjadi satu tidak sendiri-sendiri seperti di Indonesia,” kata Rao. (Dvt)

Comments

Berita Lainnya: