Kejar Target 100% 2019, BPPSPAM Koordinasi dengan PDAM Besar

Kejar Target 100% 2019, BPPSPAM Koordinasi dengan PDAM Besar

Guna mempercepat pencapaian akses aman air minum 100% di tahun 2019, Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) melakukan koordinasi dengan beberapa PDAM, diantaranya PDAM Kota Palembang, PDAM Kota Medan, PDAM Kabupaten Bogor, dan  PDAM Kota Makassar. Kegiatan tersebut diselenggarakan bertempat di Ruang Sapta Taruna, Gedung  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Senin (27/7/2015). 

Pada kesempatan itu, Ketua BPPSPAM, Tamin M. Zakaria Amin, menekankan perlunya inovasi lokal untuk menyelesaikan permasalahan air minum. Hal itu sangat diperlukan mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi oleh PDAM, terutama dalam mencapai target peningkatan cakupan pelayanan. Setidaknya ada empat tantangan yang dihadapi PDAM, yakni penurunan kualitas dan kuantitas air baku, keterbatasan unit produksi untuk melayani penambahan sambungan baru, tingkat kehilangan air yang masih tinggi, dan kompetensi sumber daya manusia yang belum handal. 

Selain itu menurutnya, dalam menjaga kondisi air yang diproduksi, PDAM dapat melakukan uji kelayakan ke Kementerian Kesehatan. “PDAM juga dapat mendidik pelanggan agar tidak boros  sehingga dapat terjadi efisiensi dalam pemakaian air,” ucap Tamin. Dikatakannya juga bahwa BPPSPAM berperan dalam mendorong kinerja PDAM menjadi sehat yang dilakukan melalui 4 fasilitasi. Keempat fasilitasi itu adalah  restrukturisasi utang PDAM, fasilitasi proses kerjasama dalam bentuk business to business, fasilitasi suku bunga yang disubsidi melalui pinjaman perbankan, dan fasilitasi pendanaan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Direktur Teknik PDAM Tirta Musi Palembang, Stephanus, mengakui bahwa dalam upaya mencapai akses aman air minum tersebut PDAM dihadapkan pada beberapa masalah, seperti PDAM yang belum mencapai laba tetapi masih dikenai pajak. Belum lagi terkait biaya listrik yang dapat mencapai 20% dari total biaya sementara tarif air minum tetap.
Selain Tamin, dua anggota BPPSPAM lainnya turut yang menjadi narasumber, yakni M. Aulawi Dzin Nun dan Setio Djuwono. Dalam kesempatan itu, Aulawi menekankan perlunya peran pemerintah daerah dalam mendukung kinerja PDAM. Pasalnya selama ini komitmen pemerintah daerah dalam mendukung PDAM masih rendah. “Padahal PDAM butuh dukungan pemerintah daerah, apalagi berdasarkan penilaian BPPSPAM tahun 2014 dari 383 PDAM, 51% berkinerja sehat, 29% kurang sehat, dan 20% sakit,” ungkapnya. (Sumber: BPPSPAM)

Comments

Berita Lainnya: