Massa Manik : Harus Dimulai dari Pemilik

Massa Manik : Harus Dimulai dari Pemilik

Elia Massa Manik, sosok yang pernah sukses membawa salah satu perusahaan energi terkemuka, PT Elnusa Tbk, dari yang terpuruk menjadi bangkit hanya dalam waktu 2,5 tahun (Juni 2011 hingga Mei 2014), memiliki pandangan bagaimana membawa PDAM menjadi lebih baik. Menurutnya, kalau PDAM mau beres,  harus dimulai dari visi owner (pemilik).

“Tidak bisa kita bicara tanpa itu, karena owner-lah yang akan mengarahkan visi tadi. PDAM itu kan 350 lebih pemiliknya di daerah tingkat II di seluruh Indonesia. Berarti tergantung masing-masing kepala daerah,” ujar Massa ditemui di Jakarta, akhir Mei lalu.

Dari sisi pengelolaan perusahaan, ia membagi tips atau kunci suksesnya. Menurutnya, ada lima faktor yang membuat perusahaan itu maju atau tidak. Pertama, cost structure atau revenue structure. Kalau bicara korporasi, hal ini adalah faktor utama. Kalau di PDAM, misalnya struktur tarif apakah sudah benar, terus juga water meter dicek apakah ada yang rusak. Selain itu, harus dicek juga apakah jumlah karyawan efisien, ada mark up dan sebagainya. Itu harus digali oleh direksi dan diberesin.

Faktor kedua adalah financing. Bagaimana rencana pembiayaaan untuk jangka pendek, menengah dan panjang. “Jangan dibalik-balik; pendek untuk panjang, panjang untuk pendek. Kalau saya lihat PDAM tipenya harusnya project financing mechanism (PFM), tapi ini kita bicara PDAM kota atau besar,” katanya.

Mengenai PFM, lebih lanjut ia menjelaskan PDAM sebetulnya milik negara, customer-nya juga jelas. Sehingga kalau manajernya kredibel,  bisa dapat PFM, dimana tidak perlu pakai agunan aset dan sebagainya, cukup project-nya saja. “Jadi PDAM datang ke bank, hei bank saya punya project begini tolong biayai investasinya. Tapi semuanya  tergantung kredibilitas manajemennya. Kalau di negara maju, pembangunan infrastruktur yang penting adalah project financing  sehingga tidak perlu menyiapkan angunan segede gajah kalau mau dapat pinjaman segede gajah. Tapi proyeknya itu sendiri menjadi jaminan.  Saya dulu di Elnusa juga begitu, sayangnya hanya bank asing yang mau kasih pinjaman,” bebernya.

 Faktor ketiga, lanjutnya, bisnis model. Kalau PDAM kreatif, bisa melibatkan pihak ketiga, sejauh tidak melanggar undang-undang. Jangan investornya belum investasi apa-apa tapi sudah diminta duit, itu yang tidak benar. Faktor keempat, SDM serta corporate culture.  SDM adalah inti dari semuanya. Manusia-manusia  yang kredibel-lah yang bisa membuat bisnis model jadi baik, cost structure jadi baik, serta  financing jadi baik.

Faktor kelima adalah intervensi. Intervensi bisa datang dari mana-mana, supplier, kreditur, pemilik dan sebagainya. Kalau saya dengar, yang banyak dikeluhkan PDAM  adalah pemilik. Dari sinilah awal mulanya pembenahan itu, pemilik harus menunjuk orang yang punya kriteria, kompetensi dan leadership yang mumpuni. (Dvt)

Comments

Berita Lainnya: