PDAM Kota Bandung Kerjasama dengan 15 Pengusaha Tangki Tinja

PDAM Kota Bandung Kerjasama dengan 15 Pengusaha Tangki Tinja

Sebanyak lima belas pengusaha tanki tinja dengan armada 24 unit kendaraan menghadiri sosialisasi dan penandatanganan kerja sama dengan PDAM Tirta Wening Kota Bandung. Kegiatan yang diselenggarakan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (13/5) lalu, dihadiri Direktur Utama PDAM Tirta Wening Pian Sopian, Direktur Air Limbah Boy Tagajagawani, serta jajaran Tirta Wening dari Divisi Air Limbah. Kegiatan ini juga dihadiri para undangan dari instansi terkait, serta perwakilan dari World Bank Group dari divisi Water and Sanitation Program (WSP), Budi Darmawan.

Selain meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan, kerja sama  dimaksudkan untuk memberi kepastian kepada para pelaku usaha sedot tinja bahwa PDAM Tirta Wening dapat menerima hasil penyedotan (sesuai ketentuan yang ditetapkan) dari tiap armada swasta. Ada lima titik lokasi pembuangan yang diizinkan pihak PDAM yakni Jl. Elang, Jl. Cibodas, Jl. Soekarno-Hatta, Jl. Jenderal Ahmad Yani dan Jl. Ters. Cibangkong. Kerja sama ini tentu juga menguntungkan para pengusaha karena di Kota Bandung terdapat aturan yang tegas (Perda) bagi pelanggar yang membuang air limbah sembarangan.

“Kami mengapresiasi para mitra pengusaha sedot tinja. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berjalan. Kami memahami bila pengusaha mengejar profit, tapi jangan sampai mengabaikan lingkungan. Kerja sama ini untuk saling mengingatkan. Apalagi ada pengaturan dalam Perda Kota Bandung yang melarang membuang limbah rumah tangga sembarangan,” ujar Pian.

Dilanjutkannya, pelayanan air limbah yang dikelola PDAM Tirta Wening adalah salah satu kebanggaan warga dan Pemko Bandung. Terlebih, saat ini baru 11 kota yang memiliki layanan air limbah dengan sistem terpusat (off site). Saat ini pelanggan air limbah Tirta Wening mencapai 107 ribu SR. Dengan keterbatasan jaringan perpipaan air limbah, tentu tidak semua pelanggan air minum terakses sistem off site. Karena itu, PDAM memaksimalkan on site system baik memanfaatkan armada sendiri yang berjumlah tiga unit kendaraan, maupun dengan memaksimalkan kontribusi para pengusaha swasta yang memiliki 24 unit armada truk tanki.

Salah satu pengusaha sedot tanki tinja, Sriwulan Pujiarti, mengakui manfaat positif yang ia dapatkan selaku penyedia jasa. Menurutnya, adanya lima titik lokasi pembuangan yang disediakan PDAM sangat membantu mereka. Apalagi, pihaknya juga menyadari bila melakukan pembuangan secara sembarangan akan berdampak buruk pada lingkungan dan sosial. Belum lagi sanksi yang diterapkan bila mereka kedapatan membuang limbah secara sembarangan. “Kami sangat mendukung kerja sama seperti ini. Mengenai tarif juga tidak ada masalah,” ungkap pemilik tiga armada truk tanki tinja. (dvt)

Comments

Berita Lainnya: