Gubernur Ahok Resmikan Instalasi Pengambilan Air Baku Palyja

Gubernur Ahok Resmikan Instalasi Pengambilan Air Baku Palyja

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meresmikan pengoperasian instalasi pengambilan air baku Kanal Banjir Barat (KBB) dengan teknologi Moving Bed Bio-film Reactor (MBBR) PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Selasa (19/5/2015).

Presiden Direktur Palyja Jacques Manem mengatakan, dengan teknologi MBBR ini, air di KBB yang sebelumnya tidak bisa diolah, bisa berkontribusi menjadi air baku dengan pasokan air sebesar 550 liter per detik. Ia melanjutkan, penerapan teknologi inovatif ini untuk meningkatkan pasokan air kepada 150.000 masyarakat di bagian Barat Jakarta.

 “Hal ini merupakan langkah penting dalam penyediaan 95% cakupan layanan air bersih untuk wilayah Barat DKI Jakarta,” kata Jacques.

Palyja mengklaim, teknologi yang dikembangkan oleh Degremont Indonesia ini merupakan yang pertama kalinya diterapkan di Indonesia bahkan di Asia Tenggara di bidang pengolahan air minum. Pada prosesnya, teknologi MBBR ini menggunakan medium-medium kecil yang dinamakan “Meteor” untuk melakukan pra-pengolahan air baku yang diambil dari KBB yang baku mutunya sangat buruk karena telah tercemar oleh limbah domestik maupun industri.

Gubernur Basuki atau akrab dipanggil Ahok, mengapresiasi penerapan teknologi yang dilakukan oleh Palyja. Ia pun meminta instalasi pengolahan ini tidak hanya ada satu tapi bisa sampai 10 atau 20 tempat. Sehingga, kebutuhan air baku di Jakarta yang sekarang defisit 5000 liter per detik bisa segera tercukupi.

“Saya sudah minta tadi untuk tidak hanya bangun satu tapi bisa lebih. Juni ini saya harap pihak Palyja bisa presentasi dan kita siapkan anggarannya, nanti kita kerjasama dalam bentuk B to B saja. Untuk urusan hukum biar saja tetap jalan,” kata Ahok.

Lebih lanjut menurut Ahok, pihaknya  tidak peduli berapa uang yang dihabiskan, yang penting warga DKI seluruhnya dapat air bersih. “Tadi saya dengar bangun alat ini Rp 25 miliar, saya tadi dengar itu ketawa-ketawa saja. Kalau saya kasih Rp 1 triliun bisa dapat 40 instalasi yang sama. Buat DKI itu kecil loh," kata Ahok.

Ahok beserta Jacques didampingi Kadis PU Tata Air DKI Agus Priyono dan Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede dan juga Direktur Teknik PAM Jaya Henry M Limbong. Setelah  acara peresmian, Ahok lantas melanjutkan perjalanan menuju fasilitas Distribution Monitoring and Controling Centre PT Palyja di Pejompongan. Fasilitas ini mampu mengawasi seluruh wilayah kerja Palyja yang dipetakan dalam 3 kluster (barat, pusat, selatan). Selain itu, Ahok juga melihat ruang Jakarta Pump Station PT Palyja yang mengatur pemompaan dan penggantian air. (dvt)

Comments

Berita Lainnya: