Pengurangan Biaya SPAM Melalui Konsep LCC

Pengurangan Biaya SPAM Melalui Konsep LCC

Direktorat Pengembangan Air Minum (PAM) Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar seminar mengenai pengembangan SPAM bekerja sama dengan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA), PERPAMSI, dan Japan Water Works Association (JWWA) di Kementerian PUPR Jakarta, 24 Februari 2015.

Seminar membahas presentasi tunggal yang dibawakan oleh Dr. Shigeru Sugawara (JICA Advisor) yang membawakan makalah berjudul “Siklus Hidup Tantangan Pengurangan Biaya Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indonesia”. Dalam presentasinya, Shigeru Sugawara menjelaskan bahwa konsep life cycle cost reduction challenges dalam pengembangan SPAM di Indonesia tidak hanya dalam penyempurnaan organisasi dan manajemen penyediaan air minum, tapi juga meliputi pemilihan bahan material yang baik.

Menurutnya, life cycle cost reduction adalah pemahaman terhadap pengelolaan daur hidup produk mulai tahap pembelian (konstruksi) hingga habis masa pakainya. Dengan demikian, dampak pemahaman tersebut dapat meningkatkan efisiensi pada biaya pemeliharaan SPAM secara keseluruhan. Lebih dari itu, langkah ini juga dapat mempermudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan pada PDAM.

Shigeru menambahkan, Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian PUPR menghadapi beban berat dalam penyediaan dana untuk pengembangan SPAM dan mencapai target akses air minum aman tahun 2019. Selain itu, lebih dari 50 persen perusahaan operator pelayananan air minum (PDAM) menghadapi beban utang yang sangat besar. “Karena itu, jika ini konsep ini diterapkan dengan baik, maka pembiayaan untuk pencapaian target 100 persen akses aman air minum pada tahun 2019 akan jauh berkurang,” katanya.

Selain dililit utang besar, lanjut Shigeru, PDAM juga menghadapi kesulitan dalam penyediaan SDM yang andal. Tak hanya sampai di situ, penerapan tarif air minum yang rendah juga membuat PDAM tidak mampu membiayai biaya produksi dan biaya operasional, ditambah lagi organisasi dan manajemen yang tidak efisien, serta tingginya kebocoran air.

“Saya mengusulkan konsep ini dengan landasan inovasi teknologi, pengelolaan sistem pembiayaan pembangunan konstruksi, hingga pemilihan material yang berkualitas dengan biaya pemeliharaan yang rendah dalam, periode siklus pemakainnya,” katanya.

Seminar sehari tersebut menampilkan best practice kerja sama Jepang dan PDAM dalam penerapan LCC, seperti PDAM Kota Bandung, PDAM Tirtanadi Medan dan juga Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Selain itu juga dipaparkan beberapa inovasi teknologi mulai dari membran, pipa, pengolahan air, dan sebagainya.

Peserta seminar yang hadir berasal dari Kementerian PUPR dan instansi pemerintah lain serta lembaga dan perusahaan yang terkait dengan pengembangan SPAM. Hadir mewakili PERPAMSI, Ketua Umum Rudie Kusmayadi, Wakil Ketua Umum Muslih, Direktur Eksekutif Subekti, dan juga Ketua Departemen SDA DPP PERPAMSI Suloko. (Dng)

Comments

Berita Lainnya: