Kunjungan JWWA ke PERPAMSI

Kunjungan JWWA ke PERPAMSI

Perwakilan Japan Water Work Association (JWWA) menyambangi Graha PERPAMSI, Selasa 24 Februari 2015. Mereka Ingin mengetahui lebih dekat target pengembangan air minum di Indonesia.

Kedatangan Direktur Eksekutif JWWA Masaru Ozaki bersama dengan Direktur Internasional Senior Ikuo Mitake ke Graha PERPAMSI disambut hangat para pengurus DPP PERPAMSI. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PERPAMSI Rudie Kusmyadi, Wakil Ketua Umum Muslih, Direktur Eksekutif Subekti, dan juga Tenaga Ahli Agus Sunara.

Dalam pertemuan itu, Subekti menjelaskan bahwa pemerintah telah mematok target cakupan air minum 100 persen pada tahun 2019. Dari target tersebut, 60 persennya berasal merupakan sistem perpipaan. Tahun 2015 ini, cakupan layanan perpipaan baru sekitar 25 persen.

“Masih butuh 35 persen dan ini merupakan tantangan berat bagi kita,” kata Subekti.

Lebih lanjut Subekti menjelaskan, berdasarkan rencana pembangunan Kementerian PUPR, paling tidak butuh sekitar 34 juta sambungan rumah lagi, dimana PDAM ditarget bisa menambah 7 juta sambungan rumah baru sampai tahun 2019. Sebagian besar akan dibangun pemerintah berupa Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) yang mencapai 9 juta sambungan baru. “Pemerintah juga telah mengkalkulasi kebutuhan dana yang mencapai Rp 253 triliun. PDAM didorong untuk bisa membantu sebanyak Rp 29 triliun atau sekitar 11 persen dari total dana yang ada,” kata Subekti.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari JWWA menanyakan tentang peranan PERPAMSI dalam rangka mencapai target pemerintah tersebut. Menjawab hal tersebut, Subekti mengatakan bahwa PERPAMSI telah mengusahakan beberapa hal yang menghambat PDAM, seperti tarif listrik dan utang. “Beberapa bulan lalu PERPAMSI telah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menyampaikan beberapa kendala kita dan beliau menyambutnya dengan positif,” kata Subekti.

Sementara itu, Masaru Ozaki menyampaikan rasa banyak terima kasihnya atas informasi yang diberikan. Kedatangannya ke Jakarta dan PERPAMSI adalah untuk berbagi ilmu tentang pengembangan air minum antara Jepang dan Indonesia. Ia juga menilai apa yang telah dilakukan PERPAMSI cukup bagus dalam membantu anggotanya. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menawarkan kerja sama baik dalam bidang teknologi maupun SDM. Ia juga akan siap menyukseskan acara IWWEF yang akan digelar PERPAMSI April nanti. “Saya senang bisa terus menjalin komunikasi dengan PERPAMSI. Semoga ke depan hubungan antar-asosiasi ini semakin erat,” kata Masaru. Danang Pidekso

Comments

Berita Lainnya: