Metode Step Test sebagai Tindakan Pencarian Kebocoran Secara Aktif

Metode Step Test sebagai Tindakan Pencarian Kebocoran Secara Aktif

Steptest, yaitu teknik untuk mencari lokasi atau area dengan jumlah kehilangan air terbesar di dalam DMA. Cara ini lebih cepat dan efektif dalam menentukan area prioritas yang akan dicari titik bocornya. Steptest dijalankan pada waktu pemakaian minimum, biasanya antara pukul 24.00 – 02.00. Secara teknis, steptest dilakukan dengan memasang flow meter portable (ultrasonic flow meter) pada pipa inlet DMA untuk merekam aliran air. Kemudian valve di setiap ruas di dalam DMA ditutup secara sistematik dan berurutan. Dengan metode ini, akan diketahui dengan pasti ruas mana yang terindikasi kehilangan airnya tertinggi. Setelah itu, dilanjutkan dengan mendeteksi titik bocor di ruas prioritas dengan menggunakan leak noise logger, leak correlator & ground microphone.

Di PDAM Kota Malang ada sekitar 133 DMA terbentuk, maka pelaksanaan steptest diprioritaskan pada DMA dengan nilai tingkat kehilangan airnya lebih dari 27 persen. Jadi, tahapan dalam tindakan pencarian kebocoran secara aktif adalah sebagai berikut :
WB DMA, nilai Kehilangan Air lebih 1. dari 27 persen.
Steptest DMA, menentukan ruas priori2. tas kehilangan air tertinggi.
Deteksi titik bocor di ruas prioritas hasil 3. dari steptest.
Dengan tiga tahapan di atas, dipastikan tindakan pencarian kebocoran secara aktif dapat berjalan efektif dan efisien.
Dalam persiapan pelaksanaan steptest hal yang sangat perlu disiapkan adalah kesiapan DMA itu sendiri. Bagaimana DMA yang siap untuk di-steptest? Berdasarkan pengalaman pelaksanaan di PDAM Kota Malang adalah sebagai berikut :
1. DMA sudah isolasi sempurna (batas sudah tidak ada koneksi ke DMA lain).
2. Ruas steptest terpasang valve resilient (valve dengan kualitas baik).

Comments

Berita Lainnya: