#Informasi Umum #

Mengenai PERPAMSI

 

PERPAMSI sebagai wadah perhimpunan perusahaan air minum seluruh Indonesia, mewakili semua Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sejak tahun 1972, memiliki peranan besar dalam : 

  • Pengaturan kegiatan donator, pemerintah dan penanam modal dengan PDAM; 
  • Memberikan solusi terbaik untuk meningkatkan kinerja perusahaan;
  • Penyebarluasan prinsip bisnis profesional dalam pengoperasian PDAM;
  • Memotivasi PDAM untuk meningkatkan pengetahuan,  keahlian dan perencanaan karir  karyawan.

TUJUAN

 

 Tujuan utama PERPAMSI adalah:

1. Membantu pemerintah dalam mengisi kemerdekaan demi terwujudnya masyarakat  adil   dan     makmur   dengan kesejahteraan materil dan spiritual yang merata berdasarkan Pancasila dan    Undang-undang Dasar 1945, khususnya dalam bidang penyediaan air minum.
2. Mengembangkan dan memajukan pengoperasian perusahaan air minum berdasarkan pedoman dan peraturan baik yang sudah ada maupun yang baru dalam semangat saling menghormati dan memahami , dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kegiatan utama dipusatkan pada sarana yang dibutuhkan untuk pengembangan strategi PERPAMSI:
- pendidikan dan pelatihan
- ketetapan peraturan dan perundang-undangan
- koordinasi kegiatan donor
- perencanaan dan penyebarluasan teknologi/ pendekatan- pendekatan baru
- implementasi rencana-rencana perusahaan
- program kehumasan PDAM
- pengembangan rancangan-rancanang sertifikasi
- pengumpulan dan pengolahan data
- promosi untuk menarik calon investor
- hubungan yang erat dengan asosiasi-asosiasi serupa
- kampanye penggunaan air bersih dengan tujuan utama  pengadaan air minum oleh PDAM
- evaluasi keuntungan kegiatan PERPAMSI bagi para anggotanya.
 
SEJARAH

Perpamsi berdiri secara resmi pada tanggal 8 April 1972. Gagasan pendirian Perpamsi di cetuskan oleh beberapa Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PDAM) yang pada masa itu jumlahnya baru sekitar 50 PDAM di seluruh Indonesia. Para tokoh yang mensponsori berdirinya organisasi seprofesi di lingkungan PDAM tersebut antara lain Ir. Irwin Nazir (Direkur Utama PAM DKI Jaya) bersama dengan Drs. Sahat Panjaitan, Ir. Achmad W.A (Direktur Utama PDAM Kodya Bandung) , Ir.Soebiyanto (Direktur Utama PDAM Kodya Semarang), Ir.Haryono (Direktur Utama PDAM Yogyakarta), Ir. Moch. Dahlan (Direktur Utama Kodya Surabaya), dan Ir. Pedi Nata Soewarna (Direktur Utama PDAM Kodya Pontianak).

Ketika itu, banyak masalah yang dihadapi oleh PDAM tidak dapat diselesaikan hanya di tingkat daerah, maka para pendiri PERPAMSI menyatukan tekad untuk mendirikan suatu wadah organisasi seprofesi di lingkungan PDAM seluruh Indonesia yang di harapkan dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh PDAM secara nasional,di tingkat pusat maupun daerah.

Setelah melakukan beberapa kali pertemuan dan rapat koordinasi pendahuluan, diselenggarakan Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum (MAPAM) yang pertama di Kopeng, Jawa Tengah, pada tanggal 7 - 8 April 1972, dihadiri para pemimpin dari 50 PDAM dari berbagai daerah di Indonesia. Musyawarah tersebut menyepakati berdirinya organisasi seprofesi di lingkungan PDAM di seluruh Indonesia yang diberi nama  Perserikatan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia, di singkat PERPAMSI. Pada saat itu pula Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta susunan pengurus yang berbentuk Dewan Pimpinan.

Pada awalnya, operasional PERPAMSI adalah bagian integral dari Badan Kerja Sama Antar Kota Seluruh Indonesia (BKS - AKSI). Tetapi bersadarkan urgensi, peranan dan perkembangan organisasi PERPAMSI sendiri, maka setelah di adakannya Musyawarah Antar Kota Seluruh Indonesia (MAKSI) ke-5 di Surabaya pada bulan Januari 1975, hubungan antara PERPAMSI dengan (BKS - AKSI) tersebut berubah menjadi hubungan afiliasi koordinasi. Selanjutnya, organisasi PERPAMSI bersifat profesi  semi - official yang pembinaan umumnya dilakukan oleh Departemen Dalam Negeri RI, pembinaan teknik oleh Departemen Pekerjaan Umum RI, dan pembinaan kualitas oleh Departemen Kesehatan RI.

LAMBANG PERPAMSI

Lambang atau logo PERPAMSI ditetapkan pada Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum (MAPAM) II yang berlangsung di Parapat, Sumatera Utara, 22 - 24 Mei 1975. Lambang ini di desain oleh Ir. Pedi Natasoewarna, M.Sc., yang ketika itu adalah Direktur Utama PDAM Kodya Pontianak.





Tirta                        :  Air
Dharma                 :  Hajat hidup
Tirta Dharma        :  Pengabdian PERPAMSI berupa penyediaan air minum bagi hajat hidup dan
                                   kesejahteraan rakyat


Penjelasan Lambang

1.Lima bentuk yang berupa sebuah lingkaran dan empat buah lengkungan lainnya bermakna Pancasila.
2.Bentuk lingkaran sebagai air terjun menyatakan sumber air (air baku) yang berlimpah - limpah.
3.Bentuk lingkaran penampang pipa yang dipenuhi air minum bermakna penyaluran air minum bagi
   kesejahteraan rakyat yang memperlihatkan kuantitas dan kontinuitas pelayanan.
4. a. Warna hijau pada bentuk lingkungan melambangkan kualitas air baku yang belum diolah.
    b. Warna biru pada lingkaran melambangkan kualitas air yang memenuhi syarat - syarat air minum
         yang disalurkan bagi kesejahteraan rakyat.
5. Rangkaian bentuk - bentuk keseluruhan mewujudkan huruf - huruf PAM yang sudah sangat dikenal 
    kepanjangannya oleh masyarakat.
6. Lambang ini di buat dengan ukuran perbandingan :
    panjang : lebar = 3 : 2




#
#VIDEO PERPAMSI #

#ANGGOTA PERPAMSI #
Daftar Anggota PERPAMSI Seluruh Indonesia
#